Breaking News:

Berita Purbalingga

40 Rumah di Purbalingga Terancam Ambruk akibat Pergerakan Tanah di Permukiman

Sedikitnya 40 rumah di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, terancam ambruk karena gerakan tanah di kawasan tersebut.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Sedikitnya 40 rumah di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, terancam ambruk karena gerakan tanah di kawasan tersebut.

Tri Sulistyaningsih, warga setempat, bercerita, dinding rumahnya yang baru selesai dibangun bahkan sudah retak lantaran tanah gerak.

"Bangunannya padahal masih baru tapi sudah retak-retak. Baru mau dihuni malah retak begini," keluhnya saat ditemui Tribunbanyumas.com di Banjaran, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Kaji Tanah Bergerak di Banjaran Purbalingga, Bupati Tiwi Minta BPBD Gandeng Tim Geologi Jateng

Baca juga: Patroli PPKM di Purbalingga Terus Digiatkan, Pertokoan Diklaim Sudah Tutup Pukul 19.00 WIB

Baca juga: Kepala Kemenag Purbalingga Minta Penghulu Tolak Nikahkan Pengantin yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Baca juga: AKBP Ganang Nugroho Widhi Jabat Kapolres Wonosobo, AKBP Fannky Ani Sugiharto Geser ke Purbalingga

Kondisi rumahnya, saat ini, cukup mengkhawatirkan.

Setiap hari, dia merasakan adanya pergerakan tanah yang jelas membahayakan.

"Pada amblas dan retak, kerugiannya puluhan juta. Sementara, saya mengungsi di rumah mertua," katanya.

Pada Kamis (14/1/2021), Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi sempat mendatangi lokasi tanah gerak di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, ini.

Bupati yang akrab disapa Tiwi ini langsung menyambangi sejumlah rumah yang terdampak tanah bergerak, didampingi Plt Kepala DPUPR Agus Winarno dan Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga Umar Fauzi.

Bupati memerintahkan BPBD bekerjasama dengan ESDM dan tim geologi Provinsi Jawa Tengah, guna melakukan kajian tanah bergerak di desa Banjaran.

Pemda akan membantu material bangunan bagi warga yang rumahnya rusak akibat tanah bergerak namun masih bisa ditempati.

Bantuan material akan diserahkan kepada pemerintahan desa untuk mengelola.

Bupati menyampaikan, perbaikan rumah ini bisa dilakukan sambil menunggu hasil kajian ESDM dan geologi.

Baca juga: Khawatir Tergerus Sungai, Petugas PT KAI Pantau 24 Jam/Hari Kondisi Jembatan Rel Tunggal di Brebes

Baca juga: Tim SAR Temukan Korban Selamat Tertimpa Bangunan Gempa Majene Sulbar, Evakuasi Terkendala Alat Berat

Baca juga: Tes Swab PCR Kini Bisa Dilakukan di RSI Muhammadiyah Kendal, Ruang Isolasi Juga Ditambah 21 Ruangan

Baca juga: Ayah di Kudus Tega Cabuli Anak secara Berulang, Komnas PA Minta Sanksi Kebiri

Sedangkan untuk perbaikan jalan akibat tanah bergerak, Tiwi memerintahkan DPUPR Purbalingga memperbaiki jalan yang patah-patah akibat tanah bergerak menggunakan anggaran perawatan rutin.

Bupati, secara simbolis juga menyerahkan bantuan sembako sejumlah 40 paket bagi warga terdampak.

Warga setempat diminta tetap waspada. Apalagi, di musim penghujan seperti sekarang ini, kemungkinan datangnya bencana masih ada. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved