Breaking News:

Berita Purbalingga

Kepala Kemenag Purbalingga Minta Penghulu Tolak Nikahkan Pengantin yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Kantor Kementerian Agama Purbalingga belum menerima laporan terkait pelanggaran prosesi akad nikah di masa pemberlakuan PPKM.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Kantor Kementerian Agama Purbalingga Karsono saat ditemui di Purbalingga, Selasa (12/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kantor Kementerian Agama Purbalingga belum menerima laporan terkait pelanggaran prosesi akad nikah di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kepala Kantor Kemenag Purbalingga Karsono menyatakan, pihaknya akan terus mengawasi prosesi akad nikah selama PKM.

"Aturan akad nikah dimasa PPKM ini masih sama, baik sebelum pengetatan. Dalam satu majelis, maksimal 10 orang," ujarnya saat ditemui di Purbalingga, Kamis (14/1/2021).

Menurutnya, aturan ini, sebenarnya telah berlaku sebelum PPKM 11-25 Januari 2021 diterapkan.

Dia menyebut, 10 orang dalam satu majelis prosesi akad nikah tersebut terdiri dari wali, saksi, calon pengantin, petugas kemenag.

Baca juga: AKBP Ganang Nugroho Widhi Jabat Kapolres Wonosobo, AKBP Fannky Ani Sugiharto Geser ke Purbalingga

Baca juga: Selama PPKM, Pedagang Hewan Luar Daerah Dilarang Berjualan di Purbalingga

Baca juga: Pemkab Purbalingga Alokasikan Dana Rp 68 Miliar untuk Perbaikan Jalan, Ini Ruas yang Bakal Ditangani

Baca juga: Sungai Ranu Meluap, 80 Rumah di Cilapar Purbalingga Kebanjiran

Namun, Karsono mengatakan, Kemenag hanya hanya mengatur dan mengawasi prosesi akad nikah. Selain itu, semisal resepsi, menjadi tanggung jawab Satgas Covid-19 Purbalingga.

"Kami hanya mengatur akad nikah. Kalau ada resepsi, bukan tanggung jawab KUA tetapi satgas," terangnya.

Ia telah mengimbau kepada seluruh petugas penghulu agar tidak melakukan pencatatan nikah sebelum protokol kesehatan terpenuhi.

"Pokoknya, protokol patuhi dulu baru penghulu mau menikahkan dan membuat catatan pernikahan," terangnya.

Pemerintah melarang kegiatan yang mengumpulkan banyak orang sehingga banyak pernikahan yang digelar tanpa resepsi atau ditunda pelaksanaannya.

Proses akad nikah diperkenankan di Kantor Urusan Agama (KUA) atau di rumah, asalkan memenuhi protokol kesehatan. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Pernah Terpapar Corona, Wali Kota Semarang Hendi Absen dari Daftar Penerima Vaksin Covid

Baca juga: Gunakan Pengeras Suara, Kapolres Tembalang Kota Semarang Bubarkan Warung Angkringan dan Nasi Goreng

Baca juga: Berkerumun Tak Pakai Masker Beberapa Jam Seusai Divaksin Covid, Raffi Ahmad Ditegur Istana Negara

Baca juga: PROFIL Syekh Ali Jaber: Hafal 30 Juz Alquran di Umur 10 Tahun, Sering Keliling Jadi Khatib Jumat

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved