Breaking News:

Berita Purbalingga

Patroli PPKM di Purbalingga Terus Digiatkan, Pertokoan Diklaim Sudah Tutup Pukul 19.00 WIB

Petugas gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Purbalingga terus melakukan patroli terkait Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Purbalingga Imam Wahyudi saat ditemui, Kamis (14/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Petugas gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Purbalingga terus melakukan patroli terkait pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Purbalingga Imam Wahyudi mengatakan, patroli dilakukan ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan pelanggaran protokol kesehatan.

"Semalam, saya keliling kota. Alhamdulillah, protokol (kesehatan) sudah dijalankan secara baik, bahkan sejak pukul 19.00 WIB, pertokoan sudah tidak melayani," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Kepala Kemenag Purbalingga Minta Penghulu Tolak Nikahkan Pengantin yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Baca juga: Hati-hati, Ada Akun Palsu Facebook Bupati Purbalingga. Minta Uang Hingga Pulsa ke Netizen

Baca juga: Pemkab Purbalingga Tertarik Rancang Perda Pendidikan Karakter, Ini Respon Kemenag

Baca juga: Selama PPKM, Penumpang Bus dari Luar Purbalingga Wajib Tunjukkan Hasil Negatif Rapid Tes Antigen

Dia menyebutkan, pusat keramaian perbelanjaan yang dimaksud di antaranya Handayani Mart dan pertokoan lain di jalan protokol.

"Sekarang, maksimal pukul 19.00 WIB melayani pembeli. Kalau melebihi itu, transaksi tidak bisa," katanya.

Menurut Imam, di sekitar area pertokoan Purbalingga kota, belum ditemukan adanya pelanggaran.

Namun demikian, Imam mengatakan, ada kemungkinan terjadi pelanggaran di tempat lain.

"Kami koordinasi dengan polres untuk patroli di wilayah perbatasan juga, agar tetap dipantau," tambahnya.

Aksi tersebut menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyebutkan, pembatasan kegiatan diterapkan di lingkungan kerja, sektor pendidikan, sektor esensial, kegiatan konstruksi, peribadatan, fasilitas umum dan transportasi. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Pernah Terpapar Corona, Wali Kota Semarang Hendi Absen dari Daftar Penerima Vaksin Covid

Baca juga: Gunakan Pengeras Suara, Kapolres Tembalang Kota Semarang Bubarkan Warung Angkringan dan Nasi Goreng

Baca juga: Berkerumun Tak Pakai Masker Beberapa Jam Seusai Divaksin Covid, Raffi Ahmad Ditegur Istana Negara

Baca juga: Tim SAR Gabungan Temukan 22 Korban Tewas Longsor Cimanggung Sumedang, 18 Orang Masih Hilang

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved