Minggu, 26 April 2026

Berita Semarang

Setelah Divaksin Covid-19, Nakes Kota Semarang Lebih Percaya Diri Layani Masyarakat

Hari kedua, tenaga kesehatan yang divaksin oleh vaksinator Puskesmas Pandanaran yaitu petugas promosi kesehatan (promkes) Dinkes Kota Semarang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Petugas Puskesmas Pandanaran Kota Semarang memberikan vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan Kota Semarang, di lantai 10 gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jumat (15/1/21). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Program vaksinasi bagi tenaga kesehatan di Kota Semarang terus berjalan di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes).

Satu di antaranya, di Puskesmas Pandanaran dimana pelaksanaan vaksinasi dilakukan di lantai 10 kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Jumat (15/1/2021).

Kali ini, mayoritas tenaga kesehatan yang divaksin oleh vaksinator Puskesmas Pandanaran yaitu petugas promosi kesehatan (promkes) Dinkes Kota Semarang.

Seorang promkes Dinas Kesehatan, Hanif Pandu Suwito mengaku lebih merasa aman dan percaya diri setelah mengikut program vaksinasi.

Baca juga: Pernah Terpapar Corona, Wali Kota Semarang Hendi Absen dari Daftar Penerima Vaksin Covid

Baca juga: Gunakan Pengeras Suara, Kapolres Tembalang Kota Semarang Bubarkan Warung Angkringan dan Nasi Goreng

Baca juga: Langgar Jam Malam PPKM, 3 Tempat Usaha di Kota Semarang Disegel Sementara

Baca juga: Ingat, Mulai Hari Ini 9 Ruas Jalan di Kota Semarang Ini Ditutup. Ini Daftarnya

Dirinya memang bukan tenaga kesehatan yang bertugas langsung melayani pasien covid-19.

Meski demikian, vaksinasi ini sangat diperlukan sebagai penunjang dalam melayani masyarakat.

Pasalnya, dia berada di bagian promosi kesehatan dan pengendalian penanganan Covid-19, yang harus sering terjun ke lapangan menyosialisasikan kepada warga terkait pencegahan penularan Covid-19.

"Selama ini, saya memang tidak melayani pasien langsung. Kami di bagian promosi kesehatan dan pengendalian penanganan Covid-19. Kami lebih ke sosialisasi," paparnya.

Dia berharap, pemberian vaksin ini lebih membentengi dirinya dalam melayani masyarakat.

Sebagai promotor kesehatan, dia juga mengajak seluruh masyarakat agar nantinya dapat mengikuti vaksinasi.

Dia meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Sinovac aman dan tidak menimbulkan efek samping.

"Saya sendiri tidak terasa apa-apa. Setelah 30 menit pun tidak ada gejala. Teman-teman juga sama," ucapnya.

Senada, Promkes lain, Deaselia Carmelita mengaku, kondisi badan tetap baik usai diberi vaksin. Meski sempat merasa grogi namun vaksinasi berjalan lancar.

"Deg-degan pasti, tapi ternyata baik-baik saja. Sakitnya hanya seperti digigit semut," ujarnya.

Dea yakin dan percaya, vaksinator telah dibekali kemampuan sehingga vaksinasi berjalan baik.

Baca juga: 40 Rumah di Purbalingga Terancam Ambruk akibat Pergerakan Tanah di Permukiman

Baca juga: Khawatir Tergerus Sungai, Petugas PT KAI Pantau 24 Jam/Hari Kondisi Jembatan Rel Tunggal di Brebes

Baca juga: Tim SAR Temukan Korban Selamat Tertimpa Bangunan Gempa Majene Sulbar, Evakuasi Terkendala Alat Berat

Baca juga: Tes Swab PCR Kini Bisa Dilakukan di RSI Muhammadiyah Kendal, Ruang Isolasi Juga Ditambah 21 Ruangan

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved