Minggu, 26 April 2026

Berita Solo

Korem 074 Warastrama Solo Bangun Rumah Sakit Lapangan Covid-19 di Benteng Vastenburg, Ini Alasannya

Benteng Vastenburg Solo akan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan (Rumkitlap) yang akan menampung pasien positif Covid-19 dari Solo Raya.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD SHOLEKAN
Personel TNI AD berjaga di Benteng Vastenburg Solo yang akan dijadikan Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) guna merawat pasien positif Covid-19 di Solo Raya, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Benteng Vastenburg Solo akan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan (Rumkitlap) yang akan menampung pasien positif Covid-19 dari Solo Raya.

Komandan Korem 074 Warastrama Kolonel (Inf) Rano Tilaar menyampaikan, Rumkitlap akan menampung pasien positif Covid-19 mulai dari tanpa gejala, gejala ringan, sedang, dan berat.

Dia menuturkan, Rumkitlap yang dibangun merupakan inisiasi dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Nantinya, akan menampung sekitar 100 pasien. Selain itu, juga akan menampung pasien dari luar Solo Raya," ucapnya, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Jembatan Rel Kereta Api di Brebes Putus, Perjalanan Rute Jakarta-Yogya-Solo Terganggu

Baca juga: Tempat Tidur Pasien Covid Tinggal 174, Pemkot Solo Minta Daerah Sekitar Tambah Ruang Isolasi dan ICU

Baca juga: Okupansi Tempat Pasien Covid di Semarang dan Solo Lebih dari 60%, Ini yang Dilakukan Pemprov Jateng

Baca juga: Masih Saja Ada Warga Selfie di Flyover Purwosari Solo, Dishub: Bakal Jadi Bahan Evaluasi Kami

Menurutnya, pembangunan Rumkiap dimaksudkan sebagai antisipasi meningkatnya pasien Covid-19. Apalagi, Kota Solo, selama ini, menjadi rujukan pasien positif corona.

"Berdasarkan hal tersebut, pimpinan TNI Angkatan Darat mengalokasikan rumah sakit lapangan untuk menangani Covid-19," jelasnya.

Rano menjelaskan, lokasi Benteng Vastenburg dipilih lantaran dekat Rumah Sakit Tentara (RST) Slamet Riyadi.

"Karena harus di dekat RST Slamet Riyadi yang jaraknya sekitar 2 km," ungkapnya.

Dia menyampaikan, pembangunan rumah sakit darurat ini idealnya, bisa terealisasi dalam 7 hari.

"Itu hitungannya, sejak barang-barang tiba. Nanti, dimobilisasi dari Jakarta," jelasnya.

Pembangunan rumah sakit darurat ini nantinya meliputi 20 tenda bagi pasien, tenda nakes, tenda laboratorium, juga tenda isolasi.

Baca juga: Setelah Divaksin Covid-19, Nakes Kota Semarang Lebih Percaya Diri Layani Masyarakat

Baca juga: 40 Rumah di Purbalingga Terancam Ambruk akibat Pergerakan Tanah di Permukiman

Baca juga: Khawatir Tergerus Sungai, Petugas PT KAI Pantau 24 Jam/Hari Kondisi Jembatan Rel Tunggal di Brebes

Baca juga: Tim SAR Temukan Korban Selamat Tertimpa Bangunan Gempa Majene Sulbar, Evakuasi Terkendala Alat Berat

Diperkirakan tenda dan keperluan lain untuk pembangunan rumah sakit darurat ini akan datang pada 21 Januari 2021 mendatang.

Nantinya, ada 20 tenda yang dibangun dengan 12 fungsi.

"Fungsi perawatan, fungsi komando, fungsi isolasi, dan lain sebagainya," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved