Breaking News:

PSBB Jawa Bali

Tempat Tidur Pasien Covid Tinggal 174, Pemkot Solo Minta Daerah Sekitar Tambah Ruang Isolasi dan ICU

Sebanyak 687 tempat tidur dari jumlah total 861 tempat tidur yang ada di ruang isolasi rumah sakit di Solo sudah penuh.

Editor: rika irawati
(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Tempat tidur bagi pasien Covid-19 di rumah sakit di Kota Solo hampir penuh. Terkait kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, meminta kabupaten sekitar menyediakan ruang isolasi dan intensive care unit (ICU) guna penguatan fasilitas kesehatan pelayanan penanganan Covid-19.

Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi keterlambatan penanganan pasien jika harus dirujuk ke rumah sakit di Solo.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, sebanyak 687 tempat tidur dari jumlah total 861 tempat tidur yang ada di ruang isolasi rumah sakit di Solo sudah terisi.

Sebab, pasien yang dirawat di ruang isolasi rumah sakit di Solo rata-rata merupakan warga dari luar wilayah Solo.

"Saya berharap, seluruh rumah sakit punya kontribusi terhadap masalah negara ini. Karena, negara kan masih prihatin. Rumah sakit harus melayani," katanya di Solo, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Okupansi Tempat Pasien Covid di Semarang dan Solo Lebih dari 60%, Ini yang Dilakukan Pemprov Jateng

Baca juga: Ini Pesan Terakhir Pedangdut Chaca Sherly kepada Adik sebelum Tewas Kecelakaan di Tol Solo-Semarang

Baca juga: Puskesmas Gajahan Solo Tutup Sementara setelah Tenaga Administrasi Meninggal Akibat Covid-19

Baca juga: Ketahuan Jogo Tonggo, Tiga Pemudik di Solo Akhirnya Dikarantina di Solo Technopark

Menurutnya, sejak September 2020, peningkatan kasus Covid-19 sangat besar sampai membuat tempat tidur ruang isolasi rumah sakit di Solo ikut meningkat.

"Peningkatan sejak September memang sangat besar. Kemarin sore, 687 tempat tidur sudah terisi dari 861 tempat tidur yang tersedia. Sehingga masih kosong 174 tempat tidur," ungkapnya.

Pemerintah daerah telah meningkatkan tempat tidur sebagai upaya tindak lanjut surat edaran Dirjen Yankes Kemenkes. Kemudian, ditindaklanjuti dengan surat edaran Dinkes.

"Dan semua rumah sakit merespons. Tapi berapapun jumlah tempat tidur yang disediakan di Solo, berapapun ICU yang disediakan di Solo, tetap perlu penguatan dari kabupaten sekitar," katanya.

"Karena, supaya tidak terjadi keterlambatan penanganan. Harus lari ke Solo. Ini harus bersama-sama. Kita harus menghitung berapa jumlah prevalensinya, penduduknya, berapa tempat tidur yang disediakan," sambung dia.

Menurut dia, perlu ada rumah sakit darurat di kabupaten sekitar jika tempat tidur ruang isolasi rumah sakit yang ada jumlahnya sedikit.

"Kalau ada kabupaten yang tempat tidurnya sedikit, mungkin perlu disediakan rumah sakit darurat di kabupaten sekitar. Intinya tidak boleh masyarakat tidak terlayani," terangnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "RS Hampir Penuh, Dinkes Solo Minta Kabupaten Sekitarnya Sediakan Ruang Isolasi dan ICU".

Baca juga: Resah, Pelaku Wisata di Banyumas Berharap Objek Wisata Tak Tutup Lagi

Baca juga: Pembatasan Kegiatan di Purbalingga, Toko Modern Buka sampai Pukul 19.00 WIB kecuali di Sekitar RS

Baca juga: 625 Warga dari 11 Dusun di Kabupaten Magelang Mengungsi Lagi, Menempati 6 Titik Evakuasi

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas: Dikawal Densus 88 dan Mobil Ambulans, Keluar dari Lapas Pukul 05.28 WIB

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved