Breaking News:

Berita Banyumas

Resah, Pelaku Wisata di Banyumas Berharap Objek Wisata Tak Tutup Lagi

Pelaku wisata di Banyumas berharap, pembatasan kegiatan yang diberlakukan 11-25 Januari tak membuat objek wisata ditutup lagi.

TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Ilustrasi. Pengunjung tempat wisata Hutan Pinus Limpakuwus, Banyumas, mencuci tangan di sela berkeliling hutan pinus, 3 Juni 2020. Libur akhir tahun ini pengelola tempat wisata di Banyumas sepakat hanya membuka tempat wisata bagi wisatawan lokal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pembatasan kegiatan yang bakal diterapkan di Banyumas Raya pada 11-25 Januari 2021 membuat Asosiasi Penyelenggara, Atraksi dan Aktivitas Wisata (APAAW) Banyumas, khawatir.

Mereka berharap, Pemkab Banyumas tetap memperbolehkan objek wisata buka selama pembatasan kegiatan berlangsung.

Ketua APAAW Banyumas Agus Triono mengatakan, banyak orang yang menggantunkan hidupnya dari objek wisata. Bahkan, jumlah mereka mencapai ribuan orang.

"Kalau sampai tutup, karyawan bakal dirumahkan, kasihan rumah tangganya. Tidak hanya karyawan, di sini itu ada guide, pedagang, tukang parkir, pelaku UMKM yang bergantung dari objek wisata," kata Agus di Purwokerto, Jumat (8/1/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banyumas Belum Terkendali, Rata-rata Ada 3 Kematian Per Hari

Baca juga: Bakal Diterapkan Pembatasan Kegiatan, Kasus Covid-19 di Banyumas Per Hari Ini Tembus 5.070 Orang

Baca juga: Selain Banyumas Raya, 2 Wilayah di Jateng Ini Juga Harus Melakukan Pembatasan Kegiatan 11-25 Januari

Baca juga: Sambil Menunggu Vaksin Covid-19 Tiba, Ini yang Dilakukan Dinkes Banyumas

Agus berjanji, jika objek wisata boleh tetap buka, pihaknya akan memperketat protokol kesehatan serta mengurangi batas pengunjung.

"Sekarang saja, pembatasan pengunjung 50 persen tidak pernah terpenuhi. Kami turunkan lagi tidak masalah asal tidak ditutup," katanya.

Menurutnya, pada hari biasa, pengunjung objek wisata di Banyumas hanya tebus 10 persen dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Sementara, Sabtu-Minggu, maksimal hanya mencapai 30 persen dari jumlah pengunjung sebelum wabah melanda.

Objek wisata outdoor, dikatakannya, tidak perlu ditutup karena diperkirakan minim penyebaran Covid-19.

Agus pun memahami jika penutupan dilakukan di objek wisata indoor yang dimungkinkan mempermudah penyebarannya virus.

Jika pemerintah tetap melakukan penutupan, mau tidak mau, pihaknya menerima keputusan tersebut.

"Kalau memang diputuskan tutup, mau tidak mau kami menerimanya," tuturnya.

Baca juga: Pembatasan Kegiatan di Purbalingga, Toko Modern Buka sampai Pukul 19.00 WIB kecuali di Sekitar RS

Baca juga: 625 Warga dari 11 Dusun di Kabupaten Magelang Mengungsi Lagi, Menempati 6 Titik Evakuasi

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas: Dikawal Densus 88 dan Mobil Ambulans, Keluar dari Lapas Pukul 05.28 WIB

Baca juga: Jadwal Acara TV Hari Ini, Jumat 8 Januari 2021: Ada Losmen Reborn di TVRI

Sementara itu Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Jakarta mengatakan, masih ada dua alternatif terkait kebijakan pembatasan kegiatan.

"Ada dua alternatif, yang pertama adalah menutup objek wisata dan kedua adalah pembatasan pengunjung menjadi hanya 25 persen dengan syarat, protokol kesehatan secara ketat. Tetapi, kami masih menunggu keputusan bupati nanti," jelasnya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved