Breaking News:

Berita Jateng

Okupansi Tempat Pasien Covid di Semarang dan Solo Lebih dari 60%, Ini yang Dilakukan Pemprov Jateng

Terkait okupansi ketersediaan fasilitas kesehatan penanganan covid, Ganjar memberi perhatian pada RS di Solo dan Semarang.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua dari kanan) mengecek lokasi tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Senin (14/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pembatasan kegiatan masyarakat akan diperketat menyusul kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Nantinya, aturan pembatasan akan dituangkan dalam Peraturan Daerah di provinsi dan kabupaten/kota.

Di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo menuturkan, ada tiga wilayah yang nantinya akan dikenakan aturan pengetatan kegiatan masyarakat. Meliputi, wilayah Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya.

Ada beberapa indikator yang menjadikan tiga wilayah tersebut masuk daerah pengetatan kegiatan masyarakat, antara lain kenaikan kasus aktif, tingkat kematian, jumlah kesembuhan, serta okupansi kapasitas tempat tidur di fasilitas kesehatan penanganan covid.

Terkait okupansi ketersediaan fasilitas kesehatan penanganan covid, secara keseluruhan di Jateng, Ganjar mengatakan, masih aman. Hanya saja, untuk Semarang dan Solo, harus menjadi perhatiaan.

"Untuk Semarang dan Solo mesti kami backup terus. Termasuk, apakah tempat tidur ditambah, kemudian tempat isolasi ditambah. Namun, di Donohudan (Solo Raya) masih sedikit (keterisiannya), di BPSDMD Jateng (Semarang Raya) masih sedikit," jelas Ganjar, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Selain Banyumas Raya, 2 Wilayah di Jateng Ini Juga Harus Melakukan Pembatasan Kegiatan 11-25 Januari

Baca juga: Tertarik Kemampuan Deteksi Covid-19 dalam 3 Menit, Gubernur Ganjar Borong 100 GeNose C19

Baca juga: Tagar #2021BaliJatidiri Sampai Kantor Gubernur Lewat Karangan Bunga, Ganjar: Terimakasih Pak Yoyok

Baca juga: Surati Bupati dan Wali Kota di Jateng, Gubernur Ganjar Minta Pembelajaran Tatap Muka Januari Ditunda

Indikator ketersediaan tempat tidur, baik di ruang isolasi atau pun ICU di Jateng, dikatakannya masih aman karena sudah melebihi 60 persen.

"Karena, teorinya tadi, kalau sudah melebihi 60 persen maka kami mesti menyiapkan penambahan 20 persen dari kondisi itu," jelasnya.

Pihaknya pun akan menambah fasilitas tempat tidur bagi pasien Covid-19, terutama di Solo dan Semarang.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo menuturkan, angka okupansi atau occupancy rate rumah sakit di Semarang dan Solo telah melebihi angka 60 persen.

"Di Semarang, sekitar 87 persen. Solo itu sudah lebih dari 70-an persen. Yang paling padat, ya di kota-kota besar itu," terangnya.

Menurutnya, di masa pandemi seperti sekarang ini, keterisian pelayanan rumah sakit hingga 60 persen sudah harus mendapatkan perhatiaan.

Baca juga: Jelang Kebebasan Abu Bakar Baasyir, Polresta Solo Siapkan Tim Pengurai Kerumunan

Baca juga: UPDATE Kecelakaan Maut di Tol Ungaran: Sopir Eks Personel Trio Macan Chacha Sherly Jadi Tersangka

Baca juga: Mobil Luxio Terbakar di Depan SDN 07 Kasepuhan Batang, Api dari Mesin Sambar Jeriken BBM di Belakang

Baca juga: Kalah 1-3 dari Juventus, AC Milan Tetap Kokoh di Klasemen Liga Italia

Walaupun pada situasi normal, keterisian 75-80 persen di fasilitas kesehatan masih dinggap hal yang wajar.

Karena itu, pihaknya akan menambah tempat tidur 20 persen lagi dari kapasitas yang ada untuk daerah yang sudah melampui keterisian 60 persen lebih. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved