Breaking News:

Berita Jateng

Tertarik Kemampuan Deteksi Covid-19 dalam 3 Menit, Gubernur Ganjar Borong 100 GeNose C19

Pemerintah Jawa Tengah memborong 100 unit GeNose C19, alat deteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/pemprov jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melihat langsung produksi dan cara kerja GeNose C19 di UGM. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Jawa Tengah memborong 100 unit GeNose C19, alat deteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sendiri yang datang membeli alat tersebut. Bahkan, Ganjar juga berkesempatan melihat langsung proses pembuatan dan menjajal keunggulan alat seharga Rp 62 juta tersebut.

Menurutnya, cara kerja GeNose sangat mudah, yakni dengan mengembuskan napas ke dalam kantong plastik khusus yang disiapkan.

Setelah itu, kantong plastik berisi napas dimasukkan ke alat GeNose yang terkoneksi dengan laptop.

Dalam hitungan waktu tiga menit, hasilnya sudah keluar dan Ganjar dinyatakan negatif.

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Minati GeNose, Alat Deteksi Covid-19 Berbasis Embusan Napas dari UGM

Baca juga: Jadi yang Pertama, Presiden Joko Widodo Bakal Divaksin Covid-19 13 Januari

Baca juga: Kirim Anggota ke Dinkes, Kodim 0715 Kendal Pelopori Donor Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19

Baca juga: 20 Personel Polres Salatiga Positif Covid-19 selama Wabah Melanda, 1 Perwira Meninggal

Kendati demikian, karena produksinya masih sedikit, Ganjar baru mendapatkan 35 alat GeNose.

"Saya mau beli, rencana 100, tapi baru dapat 35 unit. Ternyata, ini baru hari ke 10 berproduksi karena izin edar baru keluar. Saya ke sini untuk melihat seperti apa kondisinya, sekaligus saya ngetes sendiri tadi bagaimana cara kerjanya," kata Ganjar dalam siaran pers, Selasa (5/1/2021).

Ganjar mengatakan, dari hasil tes yang dilakukan, GeNose dianggap sangat efektif untuk meningkatkan upaya tracing Covid-19.

Sebab, cara kerjanya sangat simpel dan waktu yang dibutuhkan sangat cepat, yakni maksimal tiga menit.

"Hanya dengan niup napas kita, kemudian diukur dengan alat ini, tiga menit sudah keluar hasilnya apakah positif atau negatif. Ini waktu yang sangat cepat, dibanding dengan tes lain misalnya PCR. Jadi, nantinya laboratorium tidak pusing lagi, masyarakat juga tidak sakit lagi karena harus di-swab, cukup nyebul saja sudah keluar hasilnya," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved