Breaking News:

Berita Salatiga

Pasang Tarif Rapid Test Antigen Rp 1,7 Juta, Klinik di Salatiga Kena Teguran Pemkot

Klinik yang memasang tarif rapid test antigen senilai Rp 1,7 juta akhirinya menerima sanksi dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraida. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Klinik yang memasang tarif rapid test antigen senilai Rp 1,7 juta akhirinya menerima sanksi dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Sanksi tersebut berupa surat teguran yang dilayangkan beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraida mengatakan, pihaknya telah melayangkan dua kali surat yang ditujukan kepada klinik yang melanggar aturan tersebut.

"Pertama, pada 28 Desember 2020, surat sifatnya masih pemberitahuan agar klinik mematuhi surat edaran tersebut," jelasnya saat dihubungi, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Wali Kota Salatiga Yuliyanto Ancam Evaluasi Izin Klinik yang Patok Harga Rapid Test Antigen Tinggi

Baca juga: 20 Personel Polres Salatiga Positif Covid-19 selama Wabah Melanda, 1 Perwira Meninggal

Baca juga: Salatiga Masih Zona Merah Covid-19, Disdik Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

Baca juga: Komplotan Pencuri Kabel Telkom Ditangkap, Kapolres Salatiga: Ini Jaringan Lintas Provinsi

Terakhir, lanjut Siti, surat teguran dikirim pada Senin (4/1/2021).

"Ini adalah surat teguran pertama, dasarnya adalah adanya aduan dari masyarakat. Kami berharap, adanya surat-surat ini menjadikan pengelola klinik mematuhi surat edaran dari pemerintah pusat," tegas Siti.

Dari hasil pantauan Satgas Covid-29 di Kota Salatiga, kata dia, hanya ada satu klinik yang melanggar.

Sebelumnya, Wali Kota Salatiga Yuliyanto menerima aduan ada klinik yang melanggar batas tertinggi biaya rapid tes antigen.

"Ini saya terima laporan ada yang mau rapid antigen diberitahu harganya untuk yang hasilnya 24 jam biaya Rp 1,7 juta dan yang tiga hari Rp 1,4 juta. Ada juga yang Rp 500.000," jelasnya saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Jumat (1/1/2021).

Yuliyanto menegaskan, harga rapid tes antigen tersebut jelas menyalahi aturan karena batas tertinggi adalah Rp 250.000.

"Saya instruksikan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan terhadap adanya laporan tersebut. Jika memang ada pelanggaran, tentu akan ada sanksi. Bahkan, karena ini kondisi khusus saat pandemi, bisa jadi nanti izin klinik-klinik tersebut akan dievaluasi," tegasnya.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 6 Januari 2021 Rp 1.974.000 Per 2 Gram

Baca juga: Viral Foto Karangan Bunga Bernada Sindiran di Sragen, Berawal dari Arisan Bodong

Baca juga: Ini Pesan Terakhir Pedangdut Chaca Sherly kepada Adik sebelum Tewas Kecelakaan di Tol Solo-Semarang

Baca juga: Edarkan Tembakau Sintetis, Pemuda di Sumbang Banyumas Ditangkap Polisi

Menurut Yuliyanto, pada saat kondisi pandemi Covid-19 yang perlu diutamakan adalah semangat gotong royong dan kebersamaan.

"Kalau mencari keuntungan, yang wajar, laboratorium atau klinik swasta jangan membebani masyarakat karena saat ini kondisinya memang lagi prihatin. Jangan aji mumpung," paparnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Klinik Pasang Tarif Rapid Test Antigen Rp 1,7 Juta di Salatiga Hanya Dapat Surat Teguran".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved