Breaking News:

Berita Salatiga

Wali Kota Salatiga Yuliyanto Ancam Evaluasi Izin Klinik yang Patok Harga Rapid Test Antigen Tinggi

Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta Dinas Kesehatan setempat mengecek terkait biaya rapid tes antigen yang tinggi.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga Yuliyanto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta Dinas Kesehatan setempat mengecek terkait biaya rapid tes antigen yang tinggi.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Salatiga menerima aduan dari masyarakat mengenai adanya klinik kesehatan yang tidak melaksanakan Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/1/4611/2020.

Surat tersebut berisi mengenai batas harga tertinggi layanan rapid tes antigen.

Yuliyanto mengatakan, sesuai surat edaran tersebut, maka batas tertinggi harga rapid tes antigen adalah Rp 250.000.

"Ini saya terima laporan, ada yang mau rapid antigen diberitahu harganya, untuk yang hasilnya 24 jam, biaya Rp 1,7 juta dan yang tiga hari Rp 1,4 juta. Ada juga yang Rp 500.000," jelasnya saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: Lebih Mudah, Pembayaran Uji KIR di Salatiga Bisa Lewat Aplikasi Si Nona

Baca juga: Selamat, Wakil Wali Kota Salatiga M Haris Terpilih sebagai Ketua DPW PKS Jateng Periode 2020-2025

Baca juga: Positif Covid-19, Sekeluarga di Salatiga Rayakan Natal sambil Jalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Disdik Kota Salatiga Hentikan PTM di Tiga Sekolah, Lainnya Dialihkan Menjadi Belajar Daring

Yuliyanto menegaskan bahwa harga rapid tes antigen tersebut jelas menyalahi aturan.

"Saya instruksikan, Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan terhadap adanya laporan tersebut, jika memang ada pelanggaran tentu akan ada sanksi. Bahkan, karena ini kondisi khusus saat pandemi, bisa jadi nanti izin klinik-klinik tersebut akan dievaluasi," jelasnya.

Menurut Yuliyanto, pada saat kondisi pandemi Covid-19 yang perlu diutamakan adalah semangat gotong royong dan kebersamaan.

"Kalau mencari keuntungan yang wajar, laboratorium atau klinik swasta jangan membebani masyarakat karena saat ini kondisinya memang lagi prihatin. Jangan aji mumpung," paparnya.

Saat ini, lanjutnya, baru ada satu laporan mengenai klinik yang tidak mentaati aturan mengenai batas harga tertinggi layanan rapid tes antigen tersebut.

"Kita bekerja berdasar aturan-aturan dan standar yang ditetapkan pemerintah. Jangan membuat pelanggaran yang nanti bisa merugikan semua pihak," kata Yuliyanto. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul "Biaya Rapid Test Antigen di Klinik hingga Rp 1,7 Juta, Wali Kota Salatiga: Kita Evaluasi Izinnya".

Baca juga: Tak Jadi Tahun Ini, Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Mulai 2022

Baca juga: Dalam Sepekan, Tercatat Ada 2.324 Pemudik Natal dan Tahun Baru Tiba di Kabupaten Pekalongan

Baca juga: Di Penghujung Tahun 2020, Angka Kesembuhan Covid-19 di Kota Tegal Diklaim Capai 80 Persen

Baca juga: Positif Covid-19, Giring Hanya Bisa Lihat dari Balkon Istri dan Anak Rayakan Tahun Baru

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved