Breaking News:

Berita Jateng

Surati Bupati dan Wali Kota di Jateng, Gubernur Ganjar Minta Pembelajaran Tatap Muka Januari Ditunda

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta 35 bupati wali kota di Jateng menunda pembelajaran secara langsung di kelas.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Ilustrasi. Sebagian siswa SMP Negeri 2 Selopampang, Kabupaten Temanggung sedang mengikuti simulasi KBM tatap muka, Senin (26/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarrim memperbolehkan daerah membuka pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021.

Namun, kesempatan ini tak dimanfaatkan Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta 35 bupati wali kota di Jateng menunda pembelajaran secara langsung di kelas.

Kebijakan itu dituangkan lewat Surat Edaran Nomor 445/0017480.

Ada empat poin penting yang tertuang dalam surat tersebut. Keempatnya ditulis sebagai tindak lanjut arahan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest).

Baca juga: Tingkat Kepatuhan Warga Terapkan Prokes Menurun, Begini Pesan Gubernur Ganjar

Baca juga: Ganjar Usulkan 13.902 Guru Honorer Tingkat SMA/SMK/SLB Negeri Diangkat Jadi PPPK di 2021

Baca juga: Ganjar Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen, Ini Tujuannya

Baca juga: Ganjar Tak Akan Membuka Sekolah Tatap Muka secara Serentak Januari Mendatang. Ini Alasannya

Empat point itu secara garis besar yakni, pembatasan kegiatan masyarakat saat Tahun Baru dan perayaan kemenangan pilkada, menunda pembelajaran tatap muka di semua level pendidikan, optimalkan pembelajaran jarak jauh, serta menambah jumlah tempat tidur di ruang isolasi dan ICU.

Khusus penundaan pembelajaran tatap muka, berlaku untuk seluruh daerah di Jateng, terutama daerah dengan peningkatan kasus Covid-19 tinggi.

"Kalau kemudian, kondisi di daerah itu ternyata terjadi peningkatan kasus Covid-nya, ya jangan dulu. Tidak boleh. Tunda semuanya. Rak sah kesusu (jangan terburu-buru)," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Kamis (17/12/2020).

Menurut Ganjar, kondisi pandemi Covid-19 yang tidak pasti kapan berakhir memungkinkan pengelola sekolah menunda terlebih dahulu kegiatan pembelajaran langsung.

Ganjar mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, dengan catatan, masyarakat disiplin protokol kesehatan dan vaksin mulai dilakukan.

Selain itu, juga ada penurunan kasus di daerah tersebut sehingga semuanya bisa dipastikan aman. Namun, Ganjar pesimis itu bisa dilakukan pada Januari.

Baca juga: Pemkab Kebumen Rampungkan 15 Proyek Fisik di Tengah Wabah Covid-19, Ada Bengkel Nelayan Juga Embung

Baca juga: Disnaker Purbalingga Buka Lagi Permohonan Rekomendasi Pembuatan Paspor bagi Calon TKI

Baca juga: KPK Nobatkan Jateng sebagai Daerah Paling Antikorupsi se-Indonesia

Baca juga: Warga Korban Tanah Gerak Pagentan Masih di Pengungsian, PMI Banjarnegara Beri Pendampingan Psikologi

"Kecuali, nanti tiba-tiba terjadi penurunan drastis gitu ya. Di awal-awal bulan, masyarakat taat, vaksin mulai masuk, terjadi penurunan, ya bukan tidak mungkin dibuka. Tapi, rasa-rasanya kalau Januari kok belum," ujarnya.

Selain itu, gubernur juga menegaskan agar sarana pendidikan memiliki sarana dan prasarana untuk antisipasi penularan covid. Serta standar operasional prosedur harus disiapkan dengan maksimal. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved