Breaking News:

Berita Banjarnegara

Warga Korban Tanah Gerak Pagentan Masih di Pengungsian, PMI Banjarnegara Beri Pendampingan Psikologi

Hanya, menurut psikolog sekaligus pengurus PMI Banjarnegara Gones Saptowati, pengungsi masih merasa cemas.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Relawan dari PMI Banjarnegara melakukan pendampingan psikologi kepada korban terdampak tanah gerak di dua dusun di Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, Kamis (17/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Sudah sepekan ini warga korban tanah gerak di Desa Kalitlaga dan Gumingsir, Kecamatan Pagentan, tinggal di pengungsian. Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarnegara yang turut mendampingi mereka menyatakan, kondisi warga di pengungsian saat ini stabil

Hanya, menurut psikolog sekaligus pengurus PMI Banjarnegara Gones Saptowati, pengungsi masih merasa cemas.

Saat ini, para pengungsi ditampung di dua lokasi, yakni di Dusun Karanglo, Desa Kalitlaga, dan Dusun Kweni, Desa Gumingsir, Kecamatan Pagentan.

"Was-was mengingat banyak dari mereka meninggalkan barang berharga di rumah," ujar Gones, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: PMI Banjarnegara: Korban Longsor Desa Suwidak Butuh Peralatan Sanitasi, Stok Makanan Menipis

Baca juga: Kasih Jaminan Tas Berisi Plastik, Pemuda Banjarnegara Gondol Yamaha R 15 yang Ditawarkan di Facebook

Baca juga: 27 Warga Terdampak Bencana Dibantu Pemkab Banjarnegara, Besaran Bantuan Sesuai Kerusakan Rumah

Baca juga: Kepada Andy F Noya, Bupati Banjarnegara Blak-blakan Alasan Membangun di Tengah Wabah Covid-19

Rasa cemas ini muncul saat hujan turun. Mereka khawatir, rumah yang ditinggalkan longsor.

Selain itu, beberapa dari mereka juga mengeluh jenuh lantaran tak ada aktivitas selama di pengungsian.

Kepada Gones, warga menyampaikan harapan agar ada kegiatan, semisal senam, pengajian, permainan, atau kegiatan di luar ruangan, dari relawan.

Menurut Gones, pihaknya menerapkan beberapa metode saat mendampingi para pengungsi. Mulai dari penggalian kesehatan mental, terapi self spiritual, dialog atau konseling, serta dance moving therapy.

Pihaknya juga akan melakukannya penanganan lebih lanjut jika ada warga terdampak atau pengungsi yang mengalami masalah serius terkait psikologis, selama masa Tanggap Darurat Bencana.

Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara Amalia Desiana berharap peran serta Relawan PMI dalam melayani masyarakat terdampak pergerakan tanah dapat terus optimal sesuai tugas yang diberikan.

Baca juga: Program KB dan Pasar Kremyeng Antar TP PKK Sokaraja Kulon Juara 3 Lomba Kesatuan Gerak PKK Jateng

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Salatiga Terancam Batal Digelar Januari setelah Belasan Guru Positif Covid-19

Baca juga: Mudik Nataru Lewat Trans Jawa? Ini 5 Pospam di Rest Area Tol Pejagan-Pemalang yang Bisa Dimanfaatkan

Baca juga: Berniat Mengairi Sawah, Petani di Ajibarang Banyumas Ini Malah Temukan Mayat Bayi Tersangkut Pipa

Pihaknya juga mengimbau kepada relawan PMI untuk selalu menjaga profesionalitas dalam pelayanan, serta memberikan contoh yang baik tentang penerapan protokol kesehatan mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

"Kami berusaha selalu hadir melayani masyarakat, mendampingi serta berjalan bersama pemerintah dalam operasi Tanggap Darurat Bencana Alam," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved