Breaking News:

Berita Temanggung

Geruduk DPRD Temanggung, Warga Kwadungan Gunung dan Jurang Minta Penambangan Galian C Ditutup

Puluhan warga dari Desa Kwadungan Gunung dan Jurang, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, menggeruduk kantor DPRD, Kamis (14/1/2021).

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Warga Desa Kwadungan Gunung dan Jurang Kecamatan Kledung wadul ke DPRD agar mendesak Pemerintah Kabupaten Temanggung menutup aktivitas pertambangan ilegal di wilayahnya, Kamis (14/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - Puluhan warga dari Desa Kwadungan Gunung dan Jurang, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, menggeruduk kantor DPRD, Kamis (14/1/2021).

Mereka bersama pengurus GP Ansor dan Banser Temanggung wadul kepada dewan, serta meminta wakil rakyat menyampaikan kepada pemerintah daerah agar menutup permanen aktivitas pertambangan ilegal di wilayah mereka.

Ketua Pemuda Desa Kwadungan Gunung Trining menyampaikan, masyarakat dibuat resah dengan munculnya pertambangan pasir ilegal di wilayahnya.

Kata Trining, suasana alam jadi tidak sejuk akibat aktivitas pertambangan tersebut.

"Masyarakat sangat resah dengan munculnya kembali aktivitas galian C karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Padahal, dulu, pernah ditutup 10 tahun lalu namun kembali dilakukan oknum-oknum tak bertanggungjawab," terangnya di Temanggung, Kamis.

Baca juga: Begini Upaya Guru Olahraga Optimalkan Pembelajaran Daring di Temanggung

Baca juga: Tembok di SDN 03 Temanggung Ambrol, Sekolah Kesulitan Merenovasi Gara-gara Status Cagar Budaya

Baca juga: Pemkab Temanggung: Dijamin Tak Ada Kelangkaan Pupuk Tahun Ini

Baca juga: dr Trisada Indra Puri Meninggal Karena Terpapar Covid-19, Bupati Temanggung: Jadi Cambuk Bersama

Kata Trining, masyarakat sudah secara langsung melakukan penolakan tetapi tidak diindahkan.

Begitu pula, perwakilan pemerintah yang melakukan peninjauan saat siang hari, nyatanya, penambangan masih dilakukan saat malam.

"Masyarakat sudah menolak aktivitas penambangan pasir. Nah, saat kami tinggal, mereka kembali melakukan penambangan," tuturnya.

Pihaknya juga telah berupaya memantau aktivitas penambangan dengan harapan, para penambang tidak berani mengambil pasir di wilayahnya.

Melalui aspirasi masyarakat ke DPRD, Trining berharap, pemkab bertindak tegas dengan menutup secara permanen lokasi penambangan pasir karena merugikan warga dan merusak ekonsistem alam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved