Breaking News:

Berita Pekalongan

Harga Kedelai Melonjak, Ukuran Tahu-Tempe di Pasar Induk Kajen Pekalongan Jadi Lebih Kecil

Pantauan Tribunbanyumas.com di Pasar Induk Kajen, Selasa (5/1/2021), harga kedelai mencapai Rp 10 ribu per kilogram.

TRIBUNBANYUMAS/INDRA
Pedagang tahu di Pasar Induk Kajen melihatkan ukuran tahu yang diperkecil karena harga kedelai naik, Selasa (5/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Kenaikan harga kedelai sebagai bahan utama tahu dan tempe membuat produsen di Kabupaten Pekalongan putar otak. Agar tetap dapat berproduksi, mereka memperkecil tahu dan tempe yang dibuat.

Pantauan Tribunbanyumas.com di Pasar Induk Kajen, Selasa (5/1/2021), harga kedelai mencapai Rp 10 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang kedelai, Suirah (65) mengatakan, harga kedelai naik secara bertahap sejak awal Desember 2020.

"Awalnya, harga kedelai Rp 6.400 per kilogram. Jelang Natal dan Tahun Baru, harga berubah lagi jadi Rp 9.150. Sekarang sudah Rp 10 ribu," kata Suirah, Selasa.

Baca juga: Resmikan Destinasi Baru, Bupati Pekalongan Asip Promosikan Curug Bendo sebagai Wisata Sehat

Baca juga: Dalam Sepekan, Tercatat Ada 2.324 Pemudik Natal dan Tahun Baru Tiba di Kabupaten Pekalongan

Baca juga: Viral, Video Wanita Bermasker Curi Perhiasan di Toko Emas di Kota Pekalongan. Begini Modusnya

Baca juga: Puluhan Rumah di Bodas Kabupaten Pekalongan Amblas, Sejumlah Keluarga Memilih Mengungsi

Menurutnya, naiknya harga kedelai ini membuat para produsen dan pedagang tahu-tempe kelimpungan.

Karena tidak berani menaikan harga jual, mereka terpaksa memperkecil ukuran tahu-tempe.

Seorang produsen sekaligus pedagang tahu dan tempe di Pasar Induk Kajen Sinok Awaliyah (47) mengatakan, di awal tahun 2021, harga kedelai terus naik.

"Kami cukup repot menyikapi kenaikan harga kedelai. Karena, kalau harga jual saya naikan, pembeli bisa tidak mau beli," katanya.

"Antisipasi hal itu, akhirnya saya kecilkan ukuran tahu dan tempe. Itupun pembeli kadang masih bertanya-tanya karena tahu dan tempe makin tipis," katanya.

Sinok mengungkapkan, sejak harga kedelai naik penjualan dan omzet masih relatif normal.

"Alhamdulillah, kalau penjualan per hari belum mengalami penurunan drastis," ungkapnya. (*)

Baca juga: Jadi yang Pertama, Presiden Joko Widodo Bakal Divaksin Covid-19 13 Januari

Baca juga: Lanjutan Liga 1 Tak Kunjung Dimulai, GM PSIS Semarang: Klub Sekarat

Baca juga: Kirim Anggota ke Dinkes, Kodim 0715 Kendal Pelopori Donor Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19

Baca juga: Empat Pemuda di Kediri Tewas setelah Pesta Miras, Polisi Kesulitan Kumpulkan Keterangan dari Warga

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved