Breaking News:

PSIS Semarang

Lanjutan Liga 1 Tak Kunjung Dimulai, GM PSIS Semarang: Klub Sekarat

General Manager PSIS Semarang Wahyu "Liluk" Winarto mengatakan, klub Mahesa Jenar dalam kodisi sekarat.

TRIBUNBANYUMAS/F ARIEL SETIAPUTRA
Para pemain PSIS Semarang berfoto bersama usai menjalani latihan di Stadion Citarum Semarang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - General Manager PSIS Semarang Wahyu "Liluk" Winarto mengatakan, klub Mahesa Jenar dalam kodisi sekarat. Liluk mengatakan, dampak dari penundaan kompetisi Liga 1 membuat sisi finansial klub babak belur.

Di tengah krisis, PSIS mesti wajib membayarkan hak bulanan para pemain. Ini merupakan konsekuensi lantaran hampir seluruh penggawa Mahesa Jenar dikontrak jangka panjang pada awal 2020 lalu.

Catatan Tribunbanyumas.com, hanya gelandang asing PSIS Semarang, Flavio Beck Junior, yang kontraknya selesai di akhir musim 2020.

"Memang, ada satu dua pemain yang kontraknya satu tahun. Tapi, kalau yang lain, rata-rata kami kontrak jangka panjang," ungkap Liluk kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Pernah Merumput di Spanyol, Gelandang PSIS Semarang Membuka Peluang Kembali Berkarir di Luar Negeri

Baca juga: PSIS Semarang Siap Kehilangan Poin jika Liga 1 Bergulir Februari, Ini Alasan CEO PSIS

Baca juga: Masih di Serbia, Pelatih PSIS Semarang Tak Sabar Tunggu Kepastian Kelanjutan Liga 1 2020/2021

Baca juga: Sempat Vakum, Bomber PSIS Semarang Ingin Lanjutkan Rintisan Usahanya Bikin Kaus

Kebijakan manajemen PSIS melakukan kontrak jangka panjang membuat tim kebanggan masyarakat Jawa Tengah ini tak bisa meniru keputusan klub Liga 1 lain, semisal Madura United yang membubarkan sementara tim di tengah ketidakpastian kompetisi.

Mulai Januari ini, manajemen Laskar Sapeh tak lagi membayar gaji pemain. Bahkan, para pemain dipersilakan mencari tantangan di klub lain.

Operator kompetisi Liga Indonesia, PT Liga Indonesia Baru (LIB), sempat menyampaikan jika kompetisi sepakbola nasional bakal dilanjutkan lagi pada Februari.

Hal ini disampaikan lewat surat kepada klub peserta Liga 1 maupun Liga 2. Namun, hingga hari ini, kepastian akan kompetisi sepakbola tanah air masih belum terjawab.

"Kalau kami tidak kontrak jangka panjang ke pemain, mungkin kami bisa mengikuti cara yang dilakukan Madura United, membubarkan tim," ujar Liluk. (*)

Baca juga: Kirim Anggota ke Dinkes, Kodim 0715 Kendal Pelopori Donor Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19

Baca juga: Empat Pemuda di Kediri Tewas setelah Pesta Miras, Polisi Kesulitan Kumpulkan Keterangan dari Warga

Baca juga: Jaksa Tuntut Wasmad 4 Bulan Penjara dan Denda Rp 20 Juta terkait Konser Dangdut di Tengah Covid-19

Baca juga: Bupati Achmad Husein Siap Jadi Orang Pertama Terima Vaksin di Banyumas

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved