Berita Banyumas
Bupati Achmad Husein Siap Jadi Orang Pertama Terima Vaksin di Banyumas
Bupati Banyumas Achmad Husein siap menjadi pihak pertama penerima vaksinasi Covid-19 di Banyumas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas Achmad Husein siap menjadi pihak pertama penerima vaksinasi Covid-19 di Banyumas. Husein ingin memberi rasa percaya kepada masyarakat terkait keamanan vaksin Covid-19.
"Umur saya sudah jalan 62, terkendala umur. Vaksin Sinovac syaratnya kan harus di bawah umur 59 tahun. Tetapi, kalau berdasarkan pemeriksaan kesehatan saya bisa (divaksin pertama), iya, saya siap," kata Husein di Purwokerto, Selasa (5/1/2021).
Bupati mengatakan, tahap pertama ini, vaksinasi akan dilakukan kepada 3.626 tenaga kesehatan dari total 10.389 tenaga kesehatan di Banyumas.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Dimulai 22 Januari 2021, Prioritas Tenaga Kesehatan
Baca juga: Rampung Dibangun, Pengoperasian 2 Dermaga Wisata Sungai Serayu Banyumas Terkendala Pengadaan Kapal
Baca juga: Edarkan Tembakau Sintetis, Pemuda di Sumbang Banyumas Ditangkap Polisi
Baca juga: Cegah Kerumunan, Penerima Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Bakal Dijadwal Berdasarkan Undangan
Sebagai upaya membangun kepercayaan kepada masyarakat, vaksin akan diberikan juga kepada tokoh-tokoh masyarakat seperti DPRD dan tokoh agama.
"Awalnya mendapatkan jatah 10.000, tapi tahap awal ini kita baru dapat 3.626 nakes, untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat," imbuhnya.
Tahap pertama vaksinasi di Banyumas, kata Husein, paling cepat dilaksanakan pada 14 Januari 2021.
Terkait kesiapan menerima vaksin, bupati mengatakan, ada 59 fasilitas kesehatan (faskes) yang siap menjalankan.
Faskes tersebut terdiri dari 40 puskesmas dan 19 rumah sakit.
Bupati Achmad Husein mengatakan jika vaksinasi ini paling tidak akan berjalan bertahap hingga 2022.
Disinggung tentang perkembangan Covid-19 di Banyumas, bupati menerangkan, dibanding Desember, angka positif di bulan Januari telah menurun.
"Dibanding Desember, sudah menurun dan statusnya sudah oranye lagi. Per Januari ini yang meninggal sudah sekitar 20 orang," terangnya.
Baca juga: KABAR DUKA, Mantan Personel Trio Macan Cacha Meninggal Dunia di RSUD Ungaran
Baca juga: Dua Bulan Menghilang, Ada Dua Prediksi Kondisi Jack Ma saat Ini: Mati atau di Penjara
Baca juga: Pernah Merumput di Spanyol, Gelandang PSIS Semarang Membuka Peluang Kembali Berkarir di Luar Negeri
Baca juga: Jelang Abu Bakar Baasyir Bebas, Kapolda Jateng Ingatkan Warga Tak Berkerumun saat Penjemputan
Bupati berkeyakinan adanya vaksin ini bisa menekan angka kematian.
Mekanisme vaksinasi di Banyumas nanti, masyarakat akan diberi surat undangan dan mengisi formulir.
Termasuk didalamnya tertera kesediaan untuk di vaksin atau tidak.
"Dari pusat sudah by name dan by adress, masyarakat tinggal mengisi aja," katanya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat Banyumas terhadap vaksin cukup tinggi.
Lebih banyak masyarakat yang mengharapkan adanya vaksinasi dibandingkan tidak.
"Perkiraan saya, yang menolak itu kurang dari 15 persen saja. Sisanya lebih banyak yang mendukung. Memang, nanti ada efeknya, biasanya lesu, ngantuk, lemes, menggigil, tapi itu wajar," paparnya. (Tribunbanyumas/jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-virus-corona-vaksin-covid-19_.jpg)