Breaking News:

Berita Jateng

Jelang Abu Bakar Ba'asyir Bebas, Kapolda Jateng Ingatkan Warga Tak Berkerumun saat Penjemputan

Polda Jawa Tengah mengimbau warga tak berkerumun saat menyambut kebebasan Abu Bakar Ba'asyir.

TRIBUNBANYUMAS/ISTIMEWA
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memimpin rapat koordinasi di Mapolresta Solo, Senin (4/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Polda Jawa Tengah mengimbau warga tak berkerumun saat menyambut kebebasan Abu Bakar Ba'asyir. Terpidana kasus terorisme tersebut direncanakan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jumat (8/1/2021).

Ba'asyir akan bebas setelah menjalani hukuman 15 tahun penjara dikurangi remisi.

"Bila ada kerumunan saat penjemputan, segera bubarkan. Berikan imbauan kepada pengikutnya agar tidak melakukan penjemputan," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi di Solo, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Jalani Hukuman 15 Tahun Penjara, Terpidana Kasus Terorisme Abu Bakar Baasyir Bebas 8 Januari 2021

Baca juga: Kapolda Jateng: Kami Pasti Bubarkan Jika Ada Kerumunan Saat Malam Tahun Baru

Baca juga: Kapolda Jateng Ancam Tindak Penambang Pasir yang Masih Menambang di Kawasan Rawan Gunung Merapi

Baca juga: Mulai Selasa Malam Diprediksi 8.000 Kendaraan Masuk Jateng, Ini Kata Kapolda

Kapolda melanjutkan, jajaranya akan membuat pos gugus tugas berisi anggota TNI, Polri, dan Satpol PP sehingga apabila ada kegiatan kerumunan dapat segera diambil tindakan dan bubarkan.

Saat kedatangan Abu Bakar Ba'asyir, Polda Jateng tidak akan melakukan pengamanan dengan mengerahkan anggota polri yang berlebihan namun tetap mengatur arus lalu lintas.

"Tidak ada pengamanan khusus terhadap bebasnya Abu Bakar Ba'asyir. Namun, kami mengingatkan pada para penjemput, harus patuhi prokes. Tim Gugus Covid akan bertindak tegas," ucapnya tegas.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Imam Suyudi menyebut, Ba'asyir mendapat total remisi sebanyak 55 bulan yaitu remisi umum, dasawarsa, khusus, Idul Fitri, dan remisi sakit.

Diketahui, Ba'asyir divonis 15 tahun hukuman penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011.

Putusan itu tak berubah hingga tingkat kasasi. Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo itu terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme. (*)

Baca juga: Kemenag Buka Beasiswa Tahun Ajaran 2021/2022 untuk Calon Siswa MAN, Ini Jadwal Seleksi dan Syaratnya

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 5 Januari 2021 Rp 1.974.000 Per 2 Gram

Baca juga: 20 Personel Polres Salatiga Positif Covid-19 selama Wabah Melanda, 1 Perwira Meninggal

Baca juga: Datang Langsung, Kades Nampirejo Temanggung Minta Maaf ke Masyarakat Banyumas terkait Cabai Bercat

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved