Berita Sepak Bola
Sempat Vakum, Bomber PSIS Semarang Ingin Lanjutkan Rintisan Usahanya Bikin Kaus
Pada awal 2020, Mukri demikian sapaan akrab Hari Nur Yulianto mencoba merintis bisnis kaus dengan nama brand 'HNY Twenty Two'.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Mandeknya kompetisi sepak bola Nasional turut mempengaruhi pemasukan para pemain, khususnya di Liga 1.
Tanpa adanya kompetisi membuat para pemain harus mengalami pemotongan gaji.
Bahkan di tim PSIS Semarang saat ini, dikabarkan sebelumnya bahwa para pemain hanya menerima dana kompensasi sebesar 10 persen dari nilai kontrak mereka.
Baca juga: Komentar Asisten Pelatih PSIS Semarang Soal Nasib Liga 1: Kami Sudah Capek Disuruh Menunggu
Baca juga: Yoyok Sukawi Tak Risau Kehilangan Pemain, PSIS Semarang Sudah Sepakat Sejak Awal Pandemi
Baca juga: Ikuti Jejak Joko Ribowo, Bek Sayap PSIS Semarang Ini Juga Dirikan SSB di Kabupaten Pati
Baca juga: Banyak Klub Liga 1 Sodorkan Tawaran Gaet Pratama Arhan Alief, Begini Respon GM PSIS Semarang
Kondisi ini membuat sejumlah pemain mau tak mau harus memutar otak agar pemasukan tetap stabil.
Di sisi lain, kekosongan kompetisi menjadi peluang untuk merintis bisnis.
Hal ini seperti yang dilakukan bomber PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto.
Pada awal 2020, Mukri demikian sapaan akrabnya mencoba merintis bisnis kaus dengan nama brand 'HNY Twenty Two'.
Sayangnya bisnisnya itu tak bertahan lama.
Kendati demikian, Mukri menyebut ia ingin membangkitkan lagi usahanya itu.
"Pengen sih ada penghasilan lain dari luar sepak bola."
"Cuma sekarang masih bingung mau bagaimana."
"Dulu pernah coba usaha bikin kaus."
"Nah, rencananya sekarang mau kerjakan lagi, mau dilanjutkan karena sempat vakum juga," kata Mukri kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (31/12/2020).
Beberapa waktu sebelumnya, Mukri menyebut usaha yang ia rintis tersebut seusai berdiskusi dengan satu rekannya.
Ia kemudian dibantu untuk pembuatan desain hingga pemasaran di sosial media.