Breaking News:

Berita Banyumas

Dinding Rumah Mulai Retak Akibat Tanah Gerak, 40 Rumah di Cibangkong Banyumas Terancam Ambruk

Rumah yang terancam ambruk itu tersebar di lima RW dan tiga dusun, yaitu di Dusun Kedawung, Gandusari, dan Karangkemiri.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Sebanyak 40 rumah yang dihuni 70 kepala keluarga (KK) di Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, terancam ambruk karena tanah bergerak.

Rumah yang terancam ambruk itu tersebar di lima RW dan tiga dusun, yaitu di Dusun Kedawung, Gandusari, dan Karangkemiri.

Kondisi ini dipicu hujan deras yang berlangsung sejak Jumat (11/12/2020) malam hingga Sabtu (12/12/2020) pagi.

Perangkat Desa Cibangkong Sujito mengatakan, sebenarnya, pergerakan tanah sudah dirasakan warga sejak dulu.

"Setiap ada hujan lama, pasti ada pergerakan tanah. Tapi, kemarin, sudah sangat membahayakan sehingga warga yang tinggal dirumah yang retak diminta mengungsi ke rumah tetangga yang tidak berbahaya," jelasnya di Cibangkong, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Dari Batas Maksimal 5%, Angka Positivity Rate Covid-19 Banyumas Tembus 12%. Ini Imbauan Dinkes

Baca juga: Polresta Banyumas Bekuk 2 Pencuri Penggilngan Padi, Beraksi dari Pemalang Hingga Wonosobo

Baca juga: Geram Ada Pedagang Pasar Minggon Buka Lapak di GOR Satria Purwokerto, Bupati Banyumas: Tertibkan!

Baca juga: Dua Pekan Pertama Desember, Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Banyumas Capai 65 Orang

Perangkat desa bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengimbau warga agar mengungsi saat hujan lebat terjadi, lebih dari dua jam.

Sementara, Bupati Banyumas Achmad Husein, berencana mengecek lokasi pergerakan tanah.

Satu di antara rumah terdampak tanah gerak paling parah adalah milik Sumarni (45), warga RT 01 RW 02, Dusun Gandusari, Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen.

Menurut Sumarni, gerakan tanah membuat dinding rumahnya retak, bahkan hampir patah.

"Retakan ada di dinding rumah bagian belakang. Pondasi rumah juga turun sehingga ruangan tengah ikut ambles," jelasnya.

"Tanah bergerak sebenarnya terjadi sejak 2005 tapi tidak separah sekarang ini," ungkapnya.

Dia bersama anak dan suaminya masih memilih bertahan dan menempati ruangan bagian depan rumah yang tidak retak.

"Kalau hujan dan semakin parah, kami akan mengungsi ke rumah saudara," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: 13 Gereja di Solo Gelar Ibadah Natal Tatap Muka, Hanya Boleh Diikuti Jemaat Berumur 10-60 Tahun

Baca juga: Ganti Mobil Dinas, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Ganti Pakai Mobil Listrik

Baca juga: Tinggal Tunggu Penetapan, Pasangan Hendi-Ita Dipastikan Lanjutkan Pimpin Kota Semarang Periode 2

Baca juga: Beda Perlakuan, Wali Kota Solo Persilakan Wisatawan Datang dan Pemudik Wajib Bawa Hasil Tes PCR

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved