Breaking News:

Berita Solo

13 Gereja di Solo Gelar Ibadah Natal Tatap Muka, Hanya Boleh Diikuti Jemaat Berumur 10-60 Tahun

Sebanyak 13 gereja di solo memberikan informasi kepada pihak kepolisian akan mengadakan misa dan ibadah Natal secara tatap muka.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
ILUSTRASI. Jemaat berfoto bersama setelah ibadah malam Natal di sekitar altar dan pohon Natal di Gereja Santo Paulus Kleco, Solo, Sabtu (24/12/2015) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Sebanyak 13 gereja di solo memberikan informasi kepada pihak kepolisian akan mengadakan misa dan ibadah Natal secara tatap muka.

Terkait informasi ini, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak meminta panitia Natal gereja-gereja tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ade menyampaikan, dari 177 jumlah gereja di Solo, ada 13 gereja yang berencana menggelar misa dan ibadah misa secara tatap muka dan 3 gereja menggelar ibadah secara daring.

"Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh pengurus masing-masing gereja. Kami mengharap, di masa pandemi ini, untuk perayaan Natal dilaksanakan secara daring," ucap Ade, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Beda Perlakuan, Wali Kota Solo Persilakan Wisatawan Datang dan Pemudik Wajib Bawa Hasil Tes PCR

Baca juga: Dinilai Tak Efektif, Pemkot Solo Batal Lakukan Skrining Pemudik di Terminal dan Stasiun

Baca juga: Ganti Mobil Dinas, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Ganti Pakai Mobil Listrik

Baca juga: Tinggal Tunggu Penetapan, Pasangan Hendi-Ita Dipastikan Lanjutkan Pimpin Kota Semarang Periode 2

Namun, lanjut Ade, untuk gereja yang akan melakukan ibadah secara tatap muka, pihaknya mempersilakan.

"Namun dengan beberapa catatan. Antara lain, menjaga jarak di lokasi, membatasi jumlah kuota. Kemudian, menyortir usia jemaat yang ingin mengikuti misa, di mana yang diperbolehkan adalah jemaat dengan rentang usia 10 sampai 60 tahun. Ibu hamil juga dilarang mengikuti misa," jelasnya.

Ade menambahkan, nantinya akan dibangun Pos Pam di depan gereja yang melakukan misa.

Selain menjamin kemanan dan kenyamanan jemaat yang akan menjalankan misa dan ibadah, petugas kepolisian juga akan mengingatkan terkait protokol kesehatan di lokasi.

"Tapi, kami minta dari internal mereka memperhatikan jemaat, jadi tidak perlu ditegur Satgas," tegasnya.

Dalam pengamanan Natal, Ade menyampaikan, Operasi Lilin Candi akan dimulai sejak Senin (21/12/2020) pekan depan hingga Jumat (5/1/2021), dua pekan berikutnya.

Sebanyak 550 personel akan disiagakan dan disebar di seluruh gereja yang akan menggelar ibadah misa.

Selain itu, ada juga lima Tim Pengurai Kerumunan (TPK) yang akan melakukan patroli.

"Tim ini (TPK, red) akan bertugas terutama menjelang Tahun Baru," ujarnya. (*)

Baca juga: Waspada Bajir dan Longsor, Hujan Diperkirakan Guyur Purbalingga dan Purwokerto Siang-Malam Ini

Baca juga: Perlintasan Siboto Kalijambe Ditutup Buntut Kecelakaan Mobil Patroli vs KA Brantas, Warga Protes

Baca juga: Waduh, Hasil Pilkada Denpasar: Suara Golput Lebih Banyak dari Perolehan Suara Paslon Pemenang

Baca juga: Berawal dari Pinjam HP Pacar, Remaja dan 2 Temannya di Magelang Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved