Breaking News:

Berita Temanggung

Pastikan Perusahaan Bayar UMK 2021 sesuai Aturan, Pemkab Temanggung Segera Terjunkan Tim Sosialisasi

Tim juga bertugas mengingatkan perusahaan membayar upah pekerja sesuai UMK yang telah ditetapkan sehingga mereka tak melanggar aturan.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI. Para buruh/pekerja pabrik garmen di Kalibagor, Banyumas, sedang melakukan aktivitas produksi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten Temanggung membentuk tim yang bertugas menyosialisasikan kenaikan UMK 2021 kepada para pelaku usaha dan serikat pekerja di Temanggung.

Tim juga bertugas mengingatkan perusahaan membayar upah pekerja sesuai UMK yang telah ditetapkan sehingga mereka tak melanggar aturan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Temanggung Agus Sarwono mengatakan, besaran UMK 2021 Temanggung naik 3,03 persen dari UMK 2020, menjadi Rp 1.885.000.

Sebelumnya, UMK Temanggung 2020 berada di angka Rp 1.825.000 atau naik Rp 60.000 mulai awal Januari nanti.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Rawit Merangkak Naik, Kini Capai Rp 31 Ribu di Temanggung

Baca juga: Pemkab Temanggung Siapkan Tenaga Vaksinasi Covid-19, Setiap Puskesmas Siagakan 2-3 Petugas

Baca juga: Alhamdulillah, Pemkab Temanggung Kucurkan Hibah Rp 3 Miliar ke 120 Kelompok Tani Terdampak Covid-19

Baca juga: Hitungan Awal Pemkab Temanggung, Tahun Depan Bakal Defisit Anggaran Capai Rp 63,4 Miliar

Kenaikan UMK Temanggung 2021 sebelumnya telah diajukan Bupati Temanggung M Al Khadziq kepada pihak provinsi dan telah disepakati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui SK Gubernur Nomor 561/62 Tahun 2020.

"Dengan putusan tersebut, kenaikan UMK berlaku mulai Januari mendatang," terangnya, Jumat (27/11/2020).

Agus mengatakan, meski sudah ditetapkan dan disosialisasikan, perusahaan bisa saja menyampaikan keberatan atau meminta penangguhan terhadap ketetapan UMK 2021, selambat-lambatnya satu bulan setelah ditetapkan.

Hanya saja, bagi perusahaan yang hendak meminta penangguhan, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan.

Di antaranya, perusahaan yang bersangkutan harus melakukan audit, baik manajemen maupun sarana dan prasarana.

Sementara, perusahaan baru tidak diperbolehkan menyampaikan keberatan atau meminta penangguhan terhadap kenaikan UMK 2021.

"Prinsip, kami akan segera sosilaisasikan tentang hal ini agar semua bisa paham dan mengerti. Termasuk, perusahaan yang ada di Temanggung hingga serikat pekerja," jelasnya. (*)

Baca juga: Bupati Banyumas Imbau Tokoh Agama Tunda Acara Langsung yang Mengundang Massa, Termasuk Pengajian

Baca juga: 176 Santri Ponpes di Desa Beji Banyumas Positif Covid-19, Berawal dari Santri Tak Bisa Membaui

Baca juga: KH Miftachul Akhyar Resmi Jadi Ketua MUI Periode 2020-2025, Gantikan KH Maruf Amin. Ini Profilnya

Baca juga: Alami Demam Tinggi dan Radang, Napi Terorisme Abu Bakar Baasyir Dilarikan ke RSCM Jakarta

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved