Breaking News:

Berita Temanggung

Alhamdulillah, Pemkab Temanggung Kucurkan Hibah Rp 3 Miliar ke 120 Kelompok Tani Terdampak Covid-19

Pemerintah Kabupaten Temanggung memberikan dana hibah Rp 3 miliar kepada 120 kelompok tani.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten Temanggung memberikan dana hibah Rp 3 miliar kepada 120 kelompok tani.

Dana dari perubahan APBD 2020 itu disuntikkan kepada para petani sebagai modal akibat terdampak pandemi Covid-19.

Secara simbolis, dana diberikan Bupati Temanggung M Al Khadziq kepada perwakilan kelompok tani di Pendopo Pengayoman Temanggung, Selasa (24/11/2020).

Khadziq mengatakan, bantuan bagi kelompok tani ini dimaksudkan untuk mendorong pergerakan perekonomian riil di tingkat masyarakat, serta memberikan stimulus permodalan bagi petani.

Ia berharap, bantuan tersebut digunakan secara maksimal oleh kelompok tani.

"Pemkab Temanggung mengalokasikan Rp 3 miliar melalui mekanisme hibah. Dana ini diberikan untuk meringankan petani guna mencukupi kebutuhan usaha tani selanjutnya," terangnya.

Baca juga: Disebut Karena Pandemi, Lahan di Temanggung yang Ditanami Bawang Putih Cuma 225 Hektare

Baca juga: Hitungan Awal Pemkab Temanggung, Tahun Depan Bakal Defisit Anggaran Capai Rp 63,4 Miliar

Baca juga: 11 Ruko dan Rumah di Temanggung Terbakar, Butuh 14 Armada untuk Jinakkan Api

Baca juga: Tiga Tenaga Pendidik Meninggal Karena Covid-19, Bupati Temanggung: Tes Swab Makin Digencarkan lagi

Khadziq berharap, setelah dana diberikan, kelompok penerima manfaat segera merealisasikan rencana pembelian kebutuhan tani sebagaimana yang sudah tertuang dalam proposal yang telah diajukan.

Ia juga mengingatkan kepada penerima bantuan agar tidak lupa tertib administrasi lewat cara membuat laporan pemanfaatan bantuan hibah.

"Dampak pandemi begitu luas, sejumlah negara telah mengalami resesi, demikian pula perekonomian dalam negara, mengalami pertumbuhan negatif di kuartal II dan III ini. Juga, di Kabupaten Temanggung yang merupakan daerah agraris, mayoritas masyarakatnya pelaku usaha di bidang pertanina juga terdampak," jelas Khadziq.

Orang nomor satu di Temanggung itu tidak memungkiri bahwa sebagian komoditi hasil panen pernah mengalami penurunan drastis saat pandemi Covid-19 melanda. Misalnya, harga tomat yang pernah menyentuh Rp 500 per kilogram.

Hal tersebut disebabkan pembatasan beberapa sektor akibat pandemi sehingga mempengaruhi serapan pasar akan hasil panen petani.

Selain itu, komoditas tembakau yang menjadi tumpuan sebagian petani di Temanggung juga terdampak. Hasil panen 2020 yang diharapkan dapat mengembalikan modal yang tergerus pada 2019, justru tak didapat bahkan petani kembali merugi.

Baca juga: Mendikbud Buka Kesempatan Guru Honorer Jadi PPPK, Bupati Tegal: Semoga Semua Bisa Diangkat

Baca juga: Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Diduga Korupsi Ekspor Benur

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 25 November 2020 Rp 1.962.000 Per 2 Gram

Khadziq pun berjanji terus berupaya mendampingi petani agar bisa bangkit. Mulai dari pembenihan hingga panen.

"Semua ini agar pertanian di Temangung berjalan kembali se-maksimal mungkin. Koordinasi dengan pihak grader, perwakilan pabrikan juga sudah kami lakukan untuk mengupayakan yang terbaik bagi petani Temanggung, termasuk monitoring yang dilaksanakan gugus pertembakauan," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved