Breaking News:

Berita Salatiga

Tunda Lagi Sekolah Tatap Muka, Disdik Salatiga Tunggu Kebijakan Pemkot

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga kembali menunda pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/Istimewa/Dok SMP Kristen 2 Salatiga
Simulasi penerapan sistem pembelajaran tatap muka di SMP Kristen 2 Salatiga, Kamis (13/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga kembali menunda pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Kepala Disdik Kota Salatiga Yuni Ambarwati mengatakan, kebijakan ini diambil setelah pemerintah pusat mengumumkan sekolah tatap muka secara resmi dimulai Januari 2021.

"Kemudian, di Salatiga, masih terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19. Pada prinsipnya, Disdik Salatiga mengikuti kebijakan pemerintah pusat dalam penerapan PTM," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Dibuka Januari, Ini Respon Orangtua Berdasarkan Survei Dosen Unnes di Semarang

Baca juga: Mendikbud Beri Lampu Hijau Sekolah Tatap Muka, Bupati Pati: Saya Belum Berani

Baca juga: Pemkab Karanganyar Siap Gelar Sekolah Tatap Muka Awal 2021, Tetap Pertimbangkan Izin Orangtua

Baca juga: Beberapa Guru Reaktif, Tiga SMP Negeri di Blora Terpaksa Batal Gelar KBM Tatap Muka

Menurut Yuni, sejauh ini, Disdik Salatiga juga masih menunggu rekomendasi dari Pemkot Salatiga terkait pelaksanaan PTM di sekolah.

Ia menambahkan, sesuai aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, daerah yang diperbolehkan melaksanakan PTM harus masuk zona hijau dan kuning.

"PTM belum dilaksanakan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kami masih menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 karena PTM baru bisa dilaksanakan kalau Salatiga sudah dalam zona hijau atau kuning," katanya.

Pihaknya mengungkapkan, sementara ini, pembelajaran dilangsungkan secara daring. Sebagian lagi memanfaatkan saluran udara siaran radio.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga Siti Zuraidah menyatakan, sampai hari ini, jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 di Kota Hati Beriman berjumlah 513 orang.

Kemudian, lanjutnya, dalam dua pekan terakhir, jumlah kasus meningkat. Tercatat, ada 13 kasus baru.

"Sekarang, yang dirawat ada 129 orang, sudah dinyatakan sembuh ada 371 orang, dan meninggal dunia sebanyak 13 orang," ujarnya. (*)

Baca juga: Kasus Video Porno, Polisi Sebut Ada Indikasi Kesamaan Wajah Gisel dan Perempuan di Video

Baca juga: Siap-siap, 30 Ribu Guru Agama Madrasah dan RA Non-PNS di Jateng Bakal Terima Subsidi Gaji

Baca juga: Tekan Kasus Covid-19, Bupati Banyumas Terjunkan Tim Task Force yang Bertugas Bubarkan Kerumunan

Baca juga: Kemenhub Bakal Larang Pelajar Tak Punya SIM Kendarai Motor ke Sekolah

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved