Breaking News:

Penanganan Corona

KBM Tatap Muka Kembali Ditunda di Magelang, Wali Kota: Kami Tak Ingin Sekolah Jadi Klaster Baru

Wali Kota Magelang Sigit tak ingin, sekolah justru menjadi klaster baru penularan virus corona, bila pihaknya memaksakan adanya KBM tatap muka.

Shutterstock
Ilustrasi Virus Corona. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kota Magelang kembali ditunda menyusul peningkatan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir.

Sedianya, pemerintah daerah setempat akan menggelar uji coba KBM tatap muka akhir tahun ini.

Kepala Disdikbud Kota Magelang, Agus Sujito menjelaskan, rumusan sekolah tatap muka hingga simulasi sudah sering laksanakan.

Baca juga: 29 Benda Hasil Kajian Tim Ahli Diajukan Jadi Cagar Budaya Kabupaten Karanganyar

Baca juga: TP PKK Sokaraja Kulon Masuk Enam Besar, Diverifikasi Tim Provinsi Jawa Tengah

Baca juga: Pengembangan Wana Wisata Si Kembang Terkendala Perizinan, Begini Respon Disparpora Batang

Baca juga: Percepat Diagnosis Pasien, RSUD Karanganyar Sudah Mulai Gunakan Rapid Swab Antigen

Rumusan itu meliputi pembatasan jumlah rombongan belajar (rombel), hingga kewajiban siswa dan guru menerapkan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak)

"Simulasi sudah dilakukan beberapa kali dan hasilnya bagus."

"Ada beberapa evaluasi sedikit, sejauh ini tidak ada persoalan atau kendala berarti."

"Hanya memang karena kurva Covid-19 naik, jadi penerapannya belum berani kami lakukan," ujar Agus seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (24/11/2020).

Menurut Agus, penerapan sekolah tatap muka yang paling realistis dimulai dari SMA dan SMP terlebih dahulu.

Karena pelajar remaja dinilai lebih mudah mendapatkan sosialisasi dan edukasi tentang protokol kesehatan, berbeda dengan SD maupun TK/PAUD.

Pihaknya juga sempat mengusulkan sekolah tatap muka dilakukan di 12 sekolah negeri.

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved