Berita Nasional

Usai Datang ke Acara Ulang Tahun, 74 Warga Tasikmalaya Dilarikan ke Puskesmas Alami Mual dan Pusing

Sebagian besar korban, yakni rombongan berjumlah 46 orang, asal Kampung Cilimus, Desa Sukasenang, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Warga Kampung Cilimus, Desa Sukasenang, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, masih mendapatkan perawatan seadanya di ruang darurat madrasah akibat keracunan massal hidangan pesta ulang tahun, Selasa (17/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TASIKMALAYA - Sedikitnya 74 warga Tasikmalaya mendapat perawatan medis lantaran keracunan massal seusai menyantap hidangan pesta ulang tahun di Desa Cikunteun, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (15/11/2020).

Sebagian besar korban, yakni rombongan berjumlah 46 orang, asal Kampung Cilimus, Desa Sukasenang, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Mereka sengaja datang bersama-sama ke acara ulang tahun tersebut.

"Kalau total, korban yang sempat mendapatkan pemeriksaan medis berjumlah 74 orang. Sebanyak 30 korban masih dirawat di ruang darurat madrasah Kampung Cilimus, 5 orang lagi dirawat di Puskesmas Tinewati, Singaparna, sisanya sudah sembuh," kata dr Fitriani Firdaus, petugas Puskesmas Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (17/11/2020).

Selama ini, tambah Fitri, petugas kesehatan telah mengambil sampel sisa makanan dan muntahan para korban untuk diuji di Laboratorium, Bandung.

Baca juga: 3 Warga Masih Hilang Tertimbung Longsor di Banjarpanepen Banyumas, Dandim Akan Datangkan Alat Berat

Baca juga: Melarikan Diri Ke Surabaya, Terduga Pelaku Pembunuh Siswi asal Demak di Bandungan Semarang Dibekuk

Baca juga: Babinsa Banyumas Diminta Melek Teknologi dan Manfaatkan Media Sosial untuk Tangkal Hoaks

Baca juga: BKPP Kota Semarang: 203 ASN di Pemkot Terpapar Covid-19, Jalani Isolasi di Sejumlah Tempat

Sehingga, nantinya akan diketahui penyebab pasti terkait kasus keracunan massal ini.

"Tapi, yang pasti, penyebab keracunan ini akibat asupan makanan yang tak sesuai dengan pencernaan dan adanya bakteri yang masuk. Namun, pastinya nanti hasil uji lab sudah keluar baru akan diketahui," tambahnya.

Kini, para pasien yang masih dirawat di ruang darurat sebuah bangunan madrasah belum bisa dipastikan pulang.

Biasanya, minimal mendapatkan perawatan selama tiga hari, pasien keracunan akan mulai sembuh dan bisa pulang.

"Semua pasien sebanyak 30 orang di madrasah ini masih terpasang infus dan asupan obat-obatan untuk kesembuhan mereka," tambah Fitri.

Selama ini, lanjut Fitri, pihaknya hanya mengandalkan perawat di Puskesmasnya yang berjumlah empat orang.

Selama ini, tenaga kesehatannya hanya bisa bergantian untuk melayani pasien yang diprediksi akan masih bertambah.

"Kalau korban keracunan biasanya sudah satu atau dua hari baru akan merasakan gejalanya. Kita di sini hanya mengandalkan tim medis yang ada," ungkapnya.

Saat ini, sebagian besar korban dirawat di sebuah Madrasah Al Barokah Kampung Cilimus desa tersebut dan sebagian lagi ada yang dirujuk ke Puskesmas terdekat dan RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga: 2 Hari Warga Soropadan Temanggung Temukan Ikan di Sungai Elo Mati, Diduga Tercemar Limbah Pabrik

Baca juga: Viral Foto Pemotor Lewat Terowongan Super Pendek di Brebes, Ini Faktanya

Baca juga: 34 Kabupaten/Kota di Jateng Setor Usulan UMK ke Gubernur, Hanya 10 Daerah yang Setor Satu Angka

Baca juga: Kedapatan Tak Pakai Masker saat Kerja, Seorang ASN di Pemkot Semarang Terima Sanksi Pemotongan TPP

Korban terus bertambah sejak dua hari terakhir karena baru merasakan tanda-tanda keracunan, semisal mual, pusing, dan muntah-muntah sampai Selasa (17/11/2020) pagi.

"Korban dirawat di Madrasah sampai 37 orang lebih, dan hari ini ada datang lagi korban lainnya setelah menyantap makanan di acara sama. Sebagian ada yang dirawat jalan di rumah sakit karena kondisinya lemas," jelas Kepala Desa Sukasenang, Yaya Suryaman, kepada wartawan, Selasa pagi.

Yaya menambahkan, korban merasakan keracunan mulai Minggu malam sampai hari ini seusai menghadiri acara ulang tahun anak-anak yang masih tetangganya.

Hidangan makanan berasal dari sebuah catering yang dipesan dari seseorang yang berasal dari Kampung Cintawana, Desa Cikunteun, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus lokasi pesta ulang tahun.

"Mulai ada yang merasakan keracunan itu pada malam harinya seperti mual, sakit perut, pusing, muntah dan mencret setelah makan sambel goreng kentang, nasi putih, pepes ikan mujair, sayur tahu, cabai hijau, daging ayam, sayur sop, es krim dan kerupuk udang," tambahnya. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved