Breaking News:

Berita Temanggung

2 Hari Warga Soropadan Temanggung Temukan Ikan di Sungai Elo Mati, Diduga Tercemar Limbah Pabrik

Ratusan ikan yang mati itu terjadi dalam dua hari terakhir, diduga karena air sungai tercemar limbah pabrik.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
tangkapan layar video
Warga memunguti ikan yang mati di Sungai Elo di Dusun Jurangsari, Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Selasa (17/11/2020). Ikan-ikan tersebut diduga mati akibat pencemaran air sungai. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - Warga Dusun Jurangsari, Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, dihebohkan penemuan ikan-ikan mati di Sungai Elo yang melintasi wilayah mereka.

Ratusan ikan yang mati itu terjadi dalam dua hari terakhir, diduga karena air sungai tercemar limbah pabrik.

Terkait temuan ini, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengaku sudah menerima laporan dari masyarakat.

Khadziq mengatakan, di dekat pemukiman warga tersebut memang ada pabrik tekstil PT Sumber Makmur Anugrah (SMA).

Bahkan, pabrik tersebut, belum lama diperingatkan Pemerintah Kabupaten Temanggung karena membuang limbah pabrik ke Sungai Elo yang menghubungkan Temanggung dan Magelang.

"Saat itu, diuji laboratorium, memang melebihi batas ambang baku mutu yang dibolehkan oleh peraturan perundang-undangan. Kemudian, kami beri surat peringatan, surat administratif berupa arahan agar perusahaan membangun instalasi pegelolaan limbah (IPAL), dan dalam waktu 180 hari harus diwujudkan," terangnya, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Update Covid-19 Temanggung, Senin 16 November: Orang Terpapar Virus Corona Mencapai 1.081 Kasus

Baca juga: Modus Bisa Gandakan Uang, Pedagang Sayur Ini Kelabui Warga Kranggan Temanggung, Pakai Ritual Gaib

Baca juga: Bupati Temanggung Usulkan ke Gubernur UMK 2021 Rp 1.885.000

Baca juga: Rentan Tertular Covid-19, Ratusan Ibu Hamil Jalani Tes Usap di Temanggung

Belum selesai masa pemantauan, pihaknya kembali mendapatkan laporan dengan kasus yang sama dari warga sekitar.

"Namun, perbaikan belum selesai, ada laporan lagi dari masyarakat bahwa sungai tercemar sehingga ikan pada mati," ujarnya.

Khadziq pun meminta Dinas Lingkungan Hidup mengambil sampel air di sungai dan ikan yang mati untuk diuji di laboratoriun Provinsi Jawa Tengah.

Ia menegaskan, jika terbukti limbah yang dihasilkan pabrik menjadi penyebab tercemarnya air sungai, pihaknya akan bertindak tegas menutup sementara operasional pabrik agar dilakukan perbaikan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved