Breaking News:

Berita Purbalingga

Buka Bimtek Pengelolaan Kurikulum 2013, Ini Pesan Kadindikbud Purbalingga ke Guru

Disdikbud Purbalingga gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Pembelajaran Kurikulum 2013 bagi guru SMP se-Purbalingga.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Setiyadi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Pembelajaran Kurikulum 2013 bagi Guru SMP Se-Purbalingga, di Aula SMP Negeri 3 Purbalingga, Senin (16/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Pembelajaran Kurikulum 2013 bagi guru SMP se-Purbalingga dilaksanakan dengan protokol kesehatan, Senin (16/11/2020).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Setiyadi mengatakan, Bimtek ini diikuti 77 SMP se Purbalingga.

Setiap sekolah mengirimkan 4-8 guru mata pelajaran Ujian Nasional, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan Bahasa Inggris.

Untuk gelombang pertama, Bimtek akan berlangsung empat hari hingga Kamis (19/11/2020). Dilanjutkan gelombang kedua, juga empat hari, pekan depan.

Karena digelar di tengah situasi pandemi Covid 19, pembukaan Bimtek dipusatkan di Aula SMPN 3 Purbalingga dan disiarkan secara langsung melalui youtube.

Baca juga: Buruh Bangunan di Tangkisan Purbalingga Tewas Tersengat Listrik saat Akan Pindahkan Tangga

Baca juga: Masuk Nominasi TPAKD Award Tahun 2020, Pjs Bupati Purbalingga Pamerkan Empat Program Unggulan

Baca juga: Geliat Ekspor Sapu Glagah Purbalingga di Tengah Pandemi, Tiap Hari Tidak Pernah Menganggur

Baca juga: Longsor Jebol Rumah Kartoji di Purbasari Purbalingga, Enam Lainnya Terancam

Tempat pelaksanaan Bimtek pun tidak hanya di satu tempat, melainkan tersebar di enam tempat, yakni di SMPN 3 Purbalingga, SMPN 1 Padamara SMPN 1 Bobotsari, SMPN 1 Bojongsari, SMPN 1 Rembang dan SMPN 1 Bukateja.

Penyebaran peserta di berbagai tempat ini jelas untuk menghindari kerumunan.

Dalam sambutannya saat membuka bimtek, Setiyadi meminta guru terus belajar dan mau berubah ke arah lebih baik, seiring tuntutan zaman di era digital saat ini.

"Jika tidak mau berubah, jangan jadi guru. Jangan menularkan kebodohan ke anak-anak. Kasihan anak-anak kita," ujar Setiyadi, Senin.

Setiyadi mengibaratkan, peserta didik seperti sekeranjang batu yang terdiri dari berbagai jenis batu. Ada bahan batu akik, batu mutiara, berlian, dan sebagainya.

Mau dibuat apa batu-batu itu, tergantung guru. Guru harus bisa memperlakukan setiap anak agar mengembangkan potensinya masing-masing semaksimal mungkin sehingga mereka tumbuh menjadi anak kreatif, inovatif, dan mandiri.

"Di sinilah perlunya guru untuk terus belajar dan mau berubah sesuai zaman," ujar Setiyadi.

Baca juga: Kapolri Copot 2 Kapolda dan 2 Kapolres Terkait Kerumunan Massa yang Melibatkan Rizieq Shihab

Baca juga: Asprov PSSI Jateng Putuskan Tak Gelar Liga 3

Baca juga: Dikira Tidur, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Dalam Mobil Rental di Jalan Veteran Kota Semarang

Baca juga: Jalur Banyumas-Kebumen di Kedungpring Kemranjen Lumpuh Akibat Banjir Setinggi Hingga 1 Meter

Setiyadi juga meminta kepada para guru untuk meningkatkan budaya literasi lewat cara banyak membaca.

Menurutnya, orang yang banyak membaca, akan tumbuh daya kritis, cara berpikirnya analitis, dan tepat dalam mengambil keputusan. Serta, tidak gampang terprovokasi oleh berita-berita hoaks.

"Saat ini, ada orang yang gampang terprovokasi, itu karena tingkat literasinya rendah," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved