Breaking News:

Berita Purbalingga

Geliat Ekspor Sapu Glagah Purbalingga di Tengah Pandemi, Tiap Hari Tidak Pernah Menganggur

Penyelenggara sekolah biasa memborong produk sapu, khususnya saat tahun ajaran baru atau kenaikan kelas, tapi saat ini sedang sepi-sepinya.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Setiawan, warga Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga fokus menatap pekerjaannya. 

Tangannya cekatan menganyam glagah pada ujung tongkat bambu.

Wajar dia secara cepat menyelesaikannya. 

Baca juga: Nyawa Suparno Tak Tertolong, Sempat Dibawa ke Rumah Sakit, Tabrakan Dua Motor di Purbalingga

Baca juga: Jumat Malam Logistik Pilkada Sudah Sampai, Langsung Disimpan di Gudang KPU Purbalingga

Baca juga: Butuh Waktu Satu Jam Evakuasi Mobil Nyemplung Sawah, Menyerempet Motor di Kemangkon Purbalingga

Satu sapu selesai, Setiawan membuat kembali dengan bahan baku yang masih ada.

Ia mengulang pekerjaan itu hingga ratusan sapu berhasil diproduksinya. 

Di hadapannya, banyak glagah kering yang masih menggunung. 

Tongkat bambu untuk bahan pegangan sapu masih menumpuk.

Masih banyak pekerjaan menunggu.

Ia juga harus merapikannya (finishing) agar produknya pantas jual.

Di ruang lain, sapu glagah yang telah jadi ditata bertumpuk.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved