Breaking News:

Berita Temanggung

2 Hari Warga Soropadan Temanggung Temukan Ikan di Sungai Elo Mati, Diduga Tercemar Limbah Pabrik

Ratusan ikan yang mati itu terjadi dalam dua hari terakhir, diduga karena air sungai tercemar limbah pabrik.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
tangkapan layar video
Warga memunguti ikan yang mati di Sungai Elo di Dusun Jurangsari, Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Selasa (17/11/2020). Ikan-ikan tersebut diduga mati akibat pencemaran air sungai. 

Namun, jika tidak terbukti, pihaknya meminta DLH mencari penyebab pencemaran air Sungai Elo.

"Kalau pun iya (disebabkan limbah pabrik), pabrik sudah melanggar aturan dan bisa disanksi tutup sementara. Kalau tidak, harus dicari pencemarannya apa sehingga jelas penyebabnya. Sementara, masih menunggu hasil uji laboratorium selama 16 hari ke depan sejak diajukan," terangnya.

Warga Dusun Jurangsari, Dwi Santoso, mengatakan, ikan mati di Sungai Elo ditemukan sejak Senin (16/11/2020) pagi.

Baca juga: Viral Foto Pemotor Lewat Terowongan Super Pendek di Brebes, Ini Faktanya

Baca juga: 34 Kabupaten/Kota di Jateng Setor Usulan UMK ke Gubernur, Hanya 10 Daerah yang Setor Satu Angka

Baca juga: Kedapatan Tak Pakai Masker saat Kerja, Seorang ASN di Pemkot Semarang Terima Sanksi Pemotongan PTT

Baca juga: Buka Bimtek Pengelolaan Kurikulum 2013, Ini Pesan Kadindikbud Purbalingga ke Guru

Ikan yang sudah mati dikumpulkan warga hingga puluhan kilogram sebagai barang bukti laporan.

Pihaknya sudah melaporkannya kepada aparat, termasuk petugas dari DLH, agar meninjau lokasi dan menguji penyebab kematian ikan.

Mengingat, ikan yang ditemukan mati berada di bawah aliran pembuangan limbah pabrik sedangkan ikan yang berada di bagian atas pembuangan limbah tidak mati.

"Tempat pembuangan limbah ke atas tidak ditemukan ikan mati namun dari pembuangan limbah ke bawah, banyak ditemukan ikan mati," katanya.

Menurutnya, sejak diterbitkannya surat peringatan dari Bupati Temanggung beberapa waktu lalu, pabrik tekstil itu masih membuang limbah ke sungai pada malam hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Temanggung Entargo Yutri Wardono mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus kematian ikan kali ini.

Beberapa sampel ikan yang mati telah dibawa ke laboratorium milik Provinsi Jateng untuk diujikan, sementara sampel air sungai sudah diuji mandiri dengan hasil masih cukup bagus.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved