Berita Tegal
Giliran Pasar Kupu Kabupaten Tegal Ditutup Sementara setelah Temuan 17 Pedagang Positif Covid-19
Pasar Kupu, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, ditutup sementara, mulai Jumat (6/11/2020) untuk sterilisasi.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
Mulai wajib memakai masker, sering mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.
"Tapi, ya namanya orang, terkadang saat petugas sudah keluar area pasar, masker yang tadinya mereka pakai hanya dikalungkan saja," imbuhnya.
Baca juga: Cegah Stunting, Pemkab Purbalingga Suplai Makanan Berbahan Ikan ke Ibu Hamil dan Menyusui
Baca juga: Setujui Penggalangan Dana Lewat Bulan Dana PMI, Bupati Banyumas Minta Fokus Kegiatan untuk Komorbid
Baca juga: Renovasi Lapangan Venue Latihan dan Pertandingan Piala Dunia U-20 di Solo Mulai Dikerjakan
Baca juga: Pesepeda Ditemukan Tewas di Kota Lama Semarang, Pamit ke Keluarga Akan Gowes ke Alun-alun Kauman
Padahal, menurutnya, pedagang di Pasar Kupu juga sudah diberi masker oleh pihak pengelola. Bahkan, satu pedagang bisa menerima empat masker.
"Selama pasar tutup, kami akan melakukan penyemprotan disinfektan, bersih-bersih, sambil mengawasi barangkali ada pedagang yang bandel berjualan di area pasar atau trotoar. Kami tegaskan, pedagang tidak boleh berjualan di trotoar, area pasar, dan lainnya, selama pasar ditutup," tegasnya.
Sementara itu, seorang pedagang di Pasar Kupu, Dewi menambahkan, hari ini, pembeli di lapaknya cukup sepi karena takut diminta ikut tes swab.
Ditanya ketika pasar ditutup sementara ia akan berjualan atau memilih di rumah saja, Dewi mengaku akan di rumah saja.
Karena barang dagangannya berupa jajanan pasar seperti kue-kue, masih bisa awet dan tahan untuk tiga hari kedepan.
"Pendapatan saya per hari, bisa mencapai Rp 800 ribu. Tapi, kalau untuk keuntungan bersih, yang saya peroleh paling tidak Rp 100 ribu. Jadi, kalau pasar tutup tiga hari, ya saya kehilangan pendapatan Rp 300 ribu. Tapi, ya tidak masalah karena demi kebaikan bersama juga," imbuh Dewi. (*)