Berita Purbalingga
Cegah Stunting, Pemkab Purbalingga Suplai Makanan Berbahan Ikan ke Ibu Hamil dan Menyusui
Ibu hamil dan menyusui jadi sasaran suplai bantuan olahan ikan dari Pemkab Purbalingga agar kebutuhan gizi mereka terpenuhi.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Stunting atau masalah pertumbuhan anak di Kabupaten Purbalingga perlu penanganan bersama, termasuk terkait suplai makanan bergizi.
Karenanya, Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggalakkan tradisi makan ikan di masyarakat.
Ibu hamil dan menyusui jadi sasaran suplai bantuan olahan ikan dari pemkab agar kebutuhan gizi mereka terpenuhi.
Kali ini, giliran ibu hamil dan menyusui di Desa Candinata Kecamatan Kutasari, yang mendapat paket bantuan ikan, Rabu (4/11/2020). Ada 30 ibu hamil dan menyusui yang mendapat bantuan.
Baca juga: Video Ada Gerakan Sedekah Sepatu di Purbalingga
Baca juga: Kejari Purbalingga Tetapkan Tiga Tersangka, Selewengkan Retribusi Sampah dan Bikin Laporan Fiktif
Baca juga: Jika Semua ASN Mau Jadi Muzaki, Potensi Zakat Sebenarnya Bisa Capai Rp 30 Miliar di Purbalingga
Baca juga: DPRD Prakasai Empat Raperda, Ini Catatan Khusus Pjs Bupati Purbalingga
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Agus Winarno mengatakan, 24 dari 30 desa di Banyumas yang memiliki predikat stunting, telah ditangani melalui berbagai sumber dana yang ada.
Beragam program telah diterapkan, di antaranya bantuan makanan bergizi lewat gerakan makan ikan.
"Kampanye makan ikan di Purbalingga harus terus dilakukan agar asupan gizi terpenuhi sehingga angka stunting semakin menurun," katanya, Kamis (5/11/2020).
Ia memaparkan, angka makan ikan perkapita di Purbalingga masih jauh dari rata-rata provinsi dan nasional.
Angka konsumsi ikan Purbalingga pada tahun 2019 berada pada angka 21 kilogram (kg) perkapita per tahun.
Sementara, angka rata-rata nasional mencapai 56 kg pertahun.
Menurut Agus, kondisi ini di antaranya dipicu kondisi geografis Purbalingga yang berada di wilayah pegunungan. Sehingga, akses pasokan ikan yang jauh dari laut menjadi kendala.
"Di tahun 2019, kita berada di 21 kg dan nasional 56 kg. Salah satu faktornya, kita kalah dengan daerah-daerah pesisir," imbuhnya.
Baca juga: Setujui Penggalangan Dana Lewat Bulan Dana PMI, Bupati Banyumas Minta Fokus Kegiatan untuk Komorbid
Baca juga: Diajak Melek Pemilu, 70 Anggota Pramuka di Banyumas Dipertemukan di Sarasehan Demokrasi
Baca juga: Renovasi Lapangan Venue Latihan dan Pertandingan Piala Dunia U-20 di Solo Mulai Dikerjakan
Baca juga: Dibatasi Maksimal Berumur 50 Tahun, PKL di Alun-alun Purwokerto Akan Direlokasi ke Raga Semangsang
Walau masih di bawah rata-rata nasional, angka konsumsi 21 kg perkapita per tahun di Purbalingga itu mengalami peningkatan yang signifikan di banding tahun sebelumnya yang hanya 13 kg.
Capaian ini pun mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Fendiawan Tiskiantoro. Kondisi ini diharapkan menjadi motivasi agar Purbalingga terus memperbaiki peringkatnya.
"Semoga, peringkat Purbalingga akan terus naik. Jawa Tengah dinobatkan sebagai Provinsi dengan penanganan stunting terbaik, salah satunya dengan gerakan makan ikan. Semoga, ini menjadi motivasi Purbalingga," ujarnya. (*)