Breaking News:

Berita Features

Kisah Tukang Gali Harian Asal Brebes: Dari Buruh Tani Hingga Nunggu Order di Pinggir Jalan Jakarta

Pada sore hari, mereka akan kembali ke rumah kontrakan milik seorang penjual nasi, jika tak mendapatkan pekerjaan.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Para tukang gali harian sedang duduk menunggu pengguna jasa mereka di pinggir Jalan Adhyaksa Raya, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta pada Rabu (28/10/2020) siang. Para tukang gali harian ini mayoritas berasal dari Brebes, Jawa Tengah, dan sudah mengadu nasib di Jakarta selama puluhan tahun. 

Mereka duduk menunggu orang-orang yang membutuhkan jasa penggalian.

Mereka biasa mengerjakan untuk proyek pembangunan saluran, pengaspalan jalan, pembangunan rumah, dan proyek lain.

"Kami ini tukang gali. Orang-orang langsung dateng ke sini buat nyari tenaga kuli. Ya, kami biasa mengaspal jalan. Apa aja, pokoknya kerjaan kasar. Bisa bikin septic tank, dan gali saluran," kata Kasuad.

Wari, Kasuad, dan Danu berasal dari Kabupaten Brebes. Selain mereka, ada warga Brebes lain yang mencari nafkah dengan jalan serupa di beberapa titik di sekitar Lebak Bulus.

Puluhan tahun mengadu nasib di Jakarta

Di kampungnya, Kasuad mengaku sebagai buruh tani. Tak ada tanah miliknya yang bisa digarap. Namun, pekerjaan buruh tani lama kelamaan menghilang.

"Awalnya, pekerjaan buruh tani, tapi sudah kosong. Di kampung kan garap sawahnya udah pakai mesin. Tenaga buat garap tani udah ga dibutuhin. Makanya ke jakarta. Siapa tahu ada pekerjaan," ujar Kasuad.

Baca juga: Semua Sekolah di Temanggung Ditargetkan Sudah Gelar Simulasi KBM Tatap Muka pada Tengah November

Baca juga: Beri Kado Ulang Tahun untuk Gubernur Ganjar Pranowo, Eks Napi Teroris: Ini Jahitan Kami Sendiri

Baca juga: Istri Pendiri Pabrik Rokok Gudang Garam Tutup Usia: Miliarder Terkaya Ketiga di Indonesia

Baca juga: Hasil Seleksi CPNS 2019 Diumumkan Besok, Ini yang Harus Dipersiapkan Pelamar yang Lolos

Ia sudah mulai menunggu di Jalan Adhyaksa Raya sejak tahun 2000. Sebelum itu, Kasuad bolak-balik Jakarta untuk mencari sesuap nasi dari pekerjaan sebagai tukang gali.

Sementara itu, Wari juga sudah puluhan tahun bekerja sebagai tukang gali di Jakarta. Ia awalnya mengadu nasib di Jakarta.

"Kalau di Jalan Adhyaksa, ini ngikut dan mangkal di sini," kata laki-laki dengan enam cucu itu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved