Rabu, 8 April 2026

Berita Pekalongan

Diguyur Hujan 2,5 Jam, Talud SD Negeri Kaliombo Pekalongan Ambrol

Akibat diguyur hujan deras pada Sabtu (24/10/2020), sekitar pukul 15.00 WIB, talud SD Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, ambrol.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Tim gabungan melakukan identifikasi dan pembersihan longsoran tanah akibat talud ambrol milik SDN Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Akibat diguyur hujan deras pada Sabtu (24/10/2020) sore, sekitar pukul 15.00 WIB, talud SD Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, longsor.

Talud setinggi kurang lebih 20 meter itu ambrol dengan lebar sekitar 30 meter.

Longsor ini menimpa kandang sapi milik Supar (55), warga Desa Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo, saat dihubungi Tribunbanyumas.com, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Betul, Mas, ada longsor di daerah Kecamatan Paninggaran. Sebelum terjadinya longsor, sekitar pukul 12.30 WIB, di lokasi diguyur hujan dengan intensitas rendah," jelasnya.

Baca juga: Penanganan Covid-19 Klaster Ponpes, Sekretaris RMI PWNU Jateng: Ponpes Harus Dilihat sebagai Subjek

Baca juga: Pulang Kampung ke Surabaya selama Tim Diliburkan, Fandi Eko Pilih Latihan Bareng Pemain Liga 2 dan 3

Baca juga: 40 Warganya Memilih Berobat ke Luar Daerah, Bupati Tegal Umi Azizah: Sakitnya Tuh di Sini

Baca juga: Berwisata Sambil Petik Buah dan Sayur? Agrowisata Purwosari di Mijen Kota Semarang Bisa Jadi Pilihan

"Lalu, sekitar pukul 13.15 WIB, intensitas hujan meningkat dan pada pukul 15.00 WIB terjadi longsor. Warga dan perangkat desa melaporkan kejadian ini ke kecamatan dan BPBD," imbuh Budi, Minggu (25/10/2020).

Kemudian, setelah hujan reda, masyarakat dibantu perangkat desa, TNI, dan Polri, langsung bergotong-royong membersihkan material longsor.

"Hari ini, tim gabungan bergotong-royong membersihkan sisa longsoran tanah," ujarnya.

Budi mengungkapkan, longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan tanah yang labil sehingga tidak mampu menahan guyuran air hujan.

Menurutnya, dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa.

"Alhamdulillah, dari kejadian ini tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian material saja," ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di saat musim penghujan sekarang ini.

Baca juga: Maju dan Dukung Calon dari Partai Lain, Lima Kader PDI Perjuangan di Jateng Dipecat

Baca juga: Sempat Kabur, Kades di Grobogan Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi setelah Ketahuan Berjudi

Baca juga: Di Politeknik Banjarnegara, Wisudawan Dapat Souvenir Kelulusan 10 Bibit Pohon

Baca juga: Jadi Kurir Narkoba, Perwira Polisi Berpangkat Kompol Ditangkap saat Bawa 16 Kg Sabu

"Kami, dari BPBD, mengimbau masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk selalu siap siaga menghadapi datangnya bencana secara tiba-tiba, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa saat hujan lebat turun," ujarnya.

Selain itu, secara mandiri, dia meminta warga melaksanakan pemotongan dan merapikan ranting pohon yang rawan tumbang di sekitar rumah. Serta, selalu berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Tidak hanya itu, kami juga meminta mengadakan kerja bakti atau gotong-royong di lingkungan masing-masing untuk membersihkan sungai atau saluran air, dari sampah yang mengganggu aliran air guna mencegah kejadian banjir," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved