Breaking News:

Berita Tegal

40 Warganya Memilih Berobat ke Luar Daerah, Bupati Tegal Umi Azizah: Sakitnya Tuh di Sini

Bahkan, Umi menyebutkan, prosentase warga yang lebih memilih berobat atau dirawat di rumah sakit di luar Kabupaten Tegal mencapai 40 persen.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Bupati Tegal Umi Azizah 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Jumat (23/10/2020), Bupati Tegal Umi Azizah meresmikan Laboratorium PCR Covid-19, Klinik Rajawali, dan bangunan lain di RSUD dr Soeselo Slawi.

Saat memberi sambutan, Bupati Umi menyoroti ketertarikan warganya berobat atau dirawat di rumah sakit di luar daerah, terutama di daerah tetangga, semisal Kota Tegal.

Bahkan, Umi menyebutkan, prosentase warga yang lebih memilih berobat atau dirawat di rumah sakit di luar Kabupaten Tegal mencapai 40 persen.

Sedangkan 60 persen lainnya, memilih berobat atau dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi atau pun rumah sakit di Kabupaten Tegal.

Baca juga: Update Kasus Corona di Tegal: 4 Pedagang Margasari Positif Covid-19, Muncul 3 Klaster Keluarga

Baca juga: 10 Granat Nanas Diduga Aktif Ditemukan di Bawah Jembatan Kagok Slawi Tegal

Baca juga: Ingin Bantu Warga, Roemah Makan Rakjat Slawi Tegal Sediakan 100 Porsi Makanan Gratis Setiap Hari

Baca juga: Wahana Baru PAI Tegal, Dermaga Apung Sudah Bisa Dinikmati Pengunjung pada November

Melihat kondisi ini, Umi pun penasaran alasan mereka yang memilih ke luar daerah.

Maka, menurut Umi, Pemerintah Kabupaten Tegal lah yang harus menjawa, terutama Direktur RSUD dr Soeselo Slawi.

"Sakitnya tuh di sini (sambil menunjuk dada), ketika mendengar ada pasien atau warga yang berkata 'Lebih baik di sana saja, dari pada di RSUD dr Soeselo Slawi'. Saya tidak sakit hati dengan yang berbicara seperti itu tapi ada rasa tidak nyaman, apalagi sampai dibandingkan. Maka dari itu, pelayanan, kualitas, harus ditambah lagi," ungkap Umi, Jumat.

Dia pun meminta direktur RSUD dr Soeselo Slawi berbenah dalam hal pelayanan. Terutama, mengubah citra lelet yang selama ini dirasakan masyarakat menjadi kegesitan.

Menurutnya, citra buruk mengenai pelayanan di RSUD dr Soeselo Slawi harus dijawab atau dibantah lewat peningkatan di semua sisi.

"Saya berpesan, dari munculnya tanda tanya besar tadi, kira-kira apa saja yang perlu ditingkatkan pelayanannya. Tentu, lewat kerja keras, kerja ikhlas, profesional, insyaallah, kedepan, citra RSUD dr Soeselo Slawi akan semakin bagus. Apalagi, penataan Pujasera juga sudah bagus, tinggal dipantau dan dirawat," pesan Umi.

Menutup sambutannya, Umi mengingatkan agar dalam melayani, semua petugas memberikan salam, senyum, sapa, respon cepat.

Baca juga: Berwisata Sambil Petik Buah dan Sayur? Agrowisata Purwosari di Mijen Kota Semarang Bisa Jadi Pilihan

Baca juga: Maju dan Dukung Calon dari Partai Lain, Lima Kader PDI Perjuangan di Jateng Dipecat

Baca juga: Sempat Kabur, Kades di Grobogan Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi setelah Ketahuan Berjudi

Baca juga: Di Politeknik Banjarnegara, Wisudawan Dapat Souvenir Kelulusan 10 Bibit Pohon

"Sehingga, RSUD dr Soeselo Slawi bisa menjadi rumah sakit dambaan warga Kabupaten Tegal. Dari 40 persen yang lebih memilih berobat atau dirawat di luar, akan berkurang menjadi 30 persen, 20 persen, dan syukur-syukur bisa menjadi 0 persen. Sehingga, semuanya, 100 persen warga Kabupaten Tegal, lebih memilih rumah sakit yang ada di Kabupaten Tegal," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved