Minggu, 31 Mei 2026

Berita Jateng

Gegara Isu Tusuk Sate Bekas Dipakai Ulang, Warung Sate Padang di Gajahmada Semarang Sepi

Karyawan lapak sate tersebut, Afta membantah tudingan yang beredar dan mengklaim lidi sate yang digunakan baru setiap hari

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Idayatul Rohmah
PENJUALAN TURUN - Kondisi PKL Sate Padang Ajo Manih di Jalan Gajahmada, Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang usai viral di media sosial, Senin (25/5/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG  - PKL Sate Padang Ajo Manih di Jalan Gajahmada, Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang menanggapi viralnya video di media sosial yang menarasikan dugaan tusuk sate dicuci dan dipakai ulang untuk pelanggan lain.

Karyawan lapak sate tersebut, Afta (25) membantah tudingan yang beredar dan mengklaim lidi sate yang digunakan baru setiap hari.

"Untuk kejadian yang kemarin saya tidak membenarkan kejadian tersebut. Untuk lidi yang kita pakai selalu baru. Kita pakai lidi dari orderan tersebut juga. Dari yang pas beli ketupat kita sudah order itu juga," ujar Afta saat ditemui di Tribun Jateng di lapak yang berada di kawasan yang dikenal dengan Blok GM Kota Semarang tersebut, Senin (25/5/2026) malam.

Video yang viral tersebut kali ramai di akun Threads @wowartisnih. Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi dugaan tusuk sate yang dicuci untuk digunakan lagi oleh penjual.

Dalam narasi tersebut juga disebutkan jika lokasi berada di Kota Semarang.

"First time makan sate padang di semarang dan gak pernah semuak ini, tusuk sate dicuci dan dipakai lagi. Udah bekas berapa mulut tuh tusuk sate sampai tusuk nya tipis bgt. Harga sate 24rb per porsi, tapi untuk beli tusuk sate merasa rugi. Padahal harga tusuk sate semurah itu. Aduh ga lagi deh makan disini, diare cuy. Ada yang bisa tebak ini di mana?" tulis akun tersebut.

Unggahan itu kemudian memicu reaksi warganet. Satu di antara akun bahkan memberikan petunjuk lokasi warung yang dimaksud.

"Kak ini sate padang AM yang di GM bukan? Mana sering makan di situ," tulis akun @natalia.anna02.

Video tersebut pun viral dan direpost sejumlah akun media sosial lain di instagram.

Sementara itu, pihak lapak sate padang itu menyebut jika lidi yang terlihat berada di dalam wadah berisi air bukan untuk digunakan kembali.

Afta mengatakan, lidi tersebut sudah menjadi sampah sebelum dibakar.

"Setelah kita gunakan lidi, kita buang lagi. Kalaupun daur ulang tidak mungkin, tidak pakai.

Itu kalau di video kan seperti dicuci pakai sabun itu, di sampah. Itu proses bapake 'pekerja' milih lidi. Kan Bapak yang cuci piring. Lah tangannya kena busa, busa itu netes ke tempat lidi. Nah, jadi kita tidak gunakan lagi. Kita buang, langsung kita buang," katanya.

Ia mengatakan, air di dalam wadah tersebut digunakan agar lidi lebih mudah disusun sebelum dimusnahkan.

"Oh, air itu biar dimudahkan tak susun. Kalau kering kan banyakan kita kan sama banyak. Kalau kering susah masuk," ucapnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved