Berita Banjarnegara
Di Politeknik Banjarnegara, Wisudawan Dapat Souvenir Kelulusan 10 Bibit Pohon
Novan mengatakan, masing-masing wisudawan atau wisudawati menerima 10 bibit tanaman keras.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Wisuda menjadi momentum perpisahan yang indah. Prosesi itu pun paling dinantikan setiap mahasiswa saat menyandang gelar sarjana. Meski di lain sisi, ada keharuan untuk meninggalkan kampus tercinta.
Sebelum melepas, sebagian perguruan tinggi biasa membagikan kenang-kenangan untuk para wisudawan atau wisudawati.
Begitupun di Politeknik Banjarnegara, Jawa Tengah, saat prosesi wisuda, beberapa waktu lalu.
Tetapi, suvenir atau tanda mata yang dibagikan untuk para wisudawan dan wisudawati di kampus ini lain dari biasa.
Setiap peserta wisuda menerima sejumlah bibit tanaman hidup sebagai tanda mata.
"Ini kerjasama Politeknik dengan BPDAS HL Serayu Opak Progo," kata Novan Hakim, staf Balai Pelestarian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Serayu Opak Progo, Sabtu (24/10/2020).
Baca juga: Melihat Budaya Bersih Pelajar Jepang Melawan Corona dari Kacamata Direktur Politeknik Banjarnegara
Baca juga: Polres Cilacap Tanam 600 Bibit Pohon, Kapolres: Untuk Warisan Generasi Mendatang
Baca juga: Lebih Kece Berwisata di Sipedang Banjarnegara, Ada Koleksi Tanaman Obat di Taman Sehat Pulas Garden
Baca juga: Terdampar di Desa Bawang, Deden Akhirnya Pulang ke Bandung Dibantu RSI dan Pemkab Banjarnegara
Setiap peserta wisuda yang masih mengenakan toga dipanggil satu per satu untuk mendapatkan bibit pohon.
Novan mengatakan, masing-masing wisudawan atau wisudawati menerima 10 bibit tanaman keras.
Lima di antaranya adalah bibit tanaman buah, semisal jambu dan sirsak. Separuhnya lagi berupa tanaman kayu-kayuan.
Novan mengatakan, pembagian bibit gratis ini menuai respon positif dari wisudawan. Terlebih, momentum ini langka karena kenang-kenangan yang dibagikan lain dari biasa.
"Responnya positif. Apalagi, ini unik, di Politeknik baru pertama ini kenang-kenangan wisudawan dikasih bibit," katanya.
Pembagian bibit tanaman keras ini bukan tanpa maksud. Novan mengatakan, nilai jual bibit yang dibagikan ke wisudawan mungkin tak seberapa.
Tetapi, efek positif jika bibit itu ditanam akan luar biasa. Kenang-kenangan ini jauh lebih mengesankan.
Pemberian bibit tanaman keras ini sekigus memantik kesadaran mereka. Selepas kuliah, dimanapun mereka tinggal, pekerjaan apa yang mereka emban, mereka tidak akan melupakan kelestarian lingkungan.
Baca juga: Proyek Sudah Capai 70 Persen, Jalingkut Brebes- Kota Tegal Bisa Difungsikan 2021
Baca juga: DKK Karanganyar, Insentif Nakes Trip Kedua Sudah Masuki Pengajuan Pencairan, Ada 14 Puskesmas
Baca juga: Suryono Masih Berkabung, Belasan Burung Murai Hilang Dicuri, Pelaku Bobol Tembok Belakang Rumah
Baca juga: Rumah Muksini Hancur Tak Berbentuk di Banjarnegara, Tertimpa Dahan Pohon Berusia Seratusan Tahun
Pasalnya, kesadaran untuk menanam tanaman keras masih jarang. Padahal, keberadaan pepohonan penting untuk membantu menstabilkan bumi.
Menanam pohon adalah bagian dari cara merawat, serta membersihkan kehidupan yang lama tercemari.
"Harapannya, di manapun, apapun profesinya nanti, mereka tidak melupakan kelestarian lingkungan," katanya. (*)