Selamat Jalan Pak Jakob
BERITA DUKA: Jakob Oetama Pendiri Kompas Gramedia Tutup Usia
Pada 1963, bersama rekan terbaiknya, PK Ojong, Jakob Oetama menerbitkan majalah Intisari yang menjadi cikal-bakal Kompas Gramedia.
Jakob Oetama berpegang teguh pada nilai humanisme transendental yang ditanamkan sebagai fondasi Kompas Gramedia.
Idealisme dan falsafah hidupnya telah diterapkan dalam setiap sayap bisnis Kompas Gramedia yang mengarah pada satu tujuan utama.
Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.
“Jakob Oetama adalah legenda."
"Jurnalis sejati yang tidak hanya meninggalkan nama baik, tetapi juga kebanggaan serta nilai-nilai kehidupan bagi Kompas Gramedia."
"Beliau sekaligus teladan dalam profesi wartawan yang turut mengukir sejarah jurnalistik bangsa Indonesia."
"Walaupun kini beliau telah tiada, nilai dan idealismenya akan tetap hidup dan abadi selamanya,” kata Corporate Communication Director Kompas Gramedia, Rusdi Amral, Rabu (9/9/2020).
Tentang Jakob Oetama
Jakob Oetama adalah lulusan Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan.
Sambil mengajar SMP, dia mengikuti kursus B1 Ilmu Sejarah hingga lulus.
Dia kemudian melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Jurusan Ilmu Komunikasi Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga 1961.
Jakob Oetama menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari UGM Yogyakarta pada 2003. (*)
• 28 SMP dan 109 SD Bakal Jadi Pilot Project KBM Tatap Muka di Cilacap
• KBM Tatap Muka Terancam Ditunda Lagi di Banyumas, Dindik Tunggu Instruksi Tim Gugus Tugas
• Bawaslu Kabupaten Purbalingga: Simpatisan Bakal Paslon Masih Banyak yang Abai Protokol Kesehatan
• Kisah Didi Khomsa Asal Banjarnegara, Guru Patungan Bantu Biaya Urus Registrasi KIP Kuliah di Unnes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/jakob-oetama-tutup-usia.jpg)