Nanda Kenang Permintaan Beli McD Sebelum Anaknya Tewas Kecelakaan
Nanda Tiarawati (25) harus kehilangan anaknya dalam kecelakaan di Ngaliyan (4/5) setelah rumah mertuanya di Gunungpati terdampak longsor.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Balita 5 tahun tewas dalam kecelakaan maut di turunan Silayur, Ngaliyan pada Senin (4/5/2026).
- Sang ibu, Nanda Tiarawati mengungkap anaknya sempat minta dibelikan makanan McD.
- Sebelum kecelakaan, mereka sempat asyik menonton festival balon udara di Tembalang.
- Duka Nanda bertambah karena rumah mertuanya di wilayah Gunungpati ikut terdampak longsor.
- Di tengah panik karena longsor, Nanda sempat menyelamatkan dan mencucikan seragam sekolah anaknya
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Insiden kecelakaan lalu lintas di kawasan turunan Silayur, Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Senin (4/5/2026), menyisakan duka yang amat mendalam bagi keluarga korban.
Duka ganda tersebut kini dirasakan oleh Nanda Tiarawati (25), seorang warga Kalialang Lama, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Ia harus kehilangan anak perempuan satu-satunya yang bernama Ar Rasya Devinka Putri Azzah (5).
Nanda masih mengingat betul momen di akhir pekan sebelum terjadinya insiden kecelakaan nahas yang menewaskan anak kesayangannya itu. Menurut penuturannya, dua hari sebelum kejadian, ia masih menghabiskan waktu dengan ceria bersama sang buah hati.
Baca juga: Waspada Contraflow Pantura Kendal, Dua Kecelakaan Maut Tewaskan Warga Semarang dan Weleri
"Minggunya kan kita nonton festival balon udara di Tembalang itu. Terus minggu malam pulang ke rumah Bapak," kata Nanda saat ditemui Tribun Jateng di sela kunjungan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, di kediamannya, Selasa (5/5/2026).
Ia menceritakan bahwa saat itu sama sekali tidak ada hal yang terasa berbeda dari rutinitas keluarganya. Bahkan, setelah mengikuti rentetan kegiatan akhir pekan, ia sempat mempertimbangkan untuk meliburkan anaknya dari aktivitas sekolah.
"Baru saya kan pikirnya kan Senin tak ajak libur dulu mau ke (rumah) Om (paman). Om-nya kan minta dikunjungi. 'Sore ya Dik, nanti sore' minta," ujarnya menirukan percakapan dengan anaknya.
Di sela rencana kunjungan tersebut, Nanda menyebutkan bahwa almarhumah juga sempat meminta hal sederhana, yakni untuk dibelikan makanan kesukaannya.
"'Nanti kalau mau makan McD dibungkus, nanti beli,'" ujarnya dengan tegar saat mengingat permintaan makanan cepat saji kesukaan anaknya itu.
Menurut penjelasan Nanda, pada Senin pagi harinya mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan sepeda motor. Mereka berkendara bersama ayah Nanda, yang juga merupakan kakek dari Ar Rasya. Perjalanan tersebut, lanjutnya, terasa seperti perjalanan biasa yang sering mereka lakukan sehari-hari.
"Jadi jam 10.00 kita berangkat dari rumah. Jam 10.30 kejadian laka," ungkapnya dengan nada pilu.
Ia mengingat betul bahwa mereka berboncengan bertiga saat kejadian. Sama sekali tidak ada hal yang menurutnya terasa janggal sebelum momen nahas tersebut.
"Enggak ada apa-apa, jalan biasa. Enggak turunan, jalan biasa," kata Nanda mencoba mengingat situasi jalan.
Kecelakaan maut itu terjadi di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan, sekitar pukul 10.20 hingga 10.30 WIB. Insiden tragis terjadi ketika sepeda motor yang ditumpangi tiga orang tersebut terlibat benturan dengan sebuah truk ringan tanpa muatan.
"Hari apes kan enggak ada di kalender. (Terkait insiden kecelakaan) Itu naik motor. Bapak saya di depan, anak saya di tengah saya pegangi, saya di belakang," ungkapnya lirih.
Di saat yang bersamaan dengan musibah kecelakaan, Nanda rupanya juga harus menerima kenyataan pahit lain terkait tempat tinggal yang dihuninya. Rumah milik mertuanya yang dihuni oleh Nanda bersama sang suami dan mertua diketahui sedang terdampak bencana tanah longsor bertahap sejak awal Mei 2026.
| Waspada Contraflow Pantura Kendal, Dua Kecelakaan Maut Tewaskan Warga Semarang dan Weleri |
|
|---|
| Lima Korban Kebakaran Gedung Tiga Lantai di Semarang, 2 Terluka Bakar |
|
|---|
| Bangunan Tiga Lantai di Jalan MT Haryono Semarang Terbakar, 2 Orang Terjebak di Balkon |
|
|---|
| Tragedi Sore di Tikungan BSB City Semarang:Pemotor Wanita Tewas Usai Hantam Pembatas Jalan dan Pohon |
|
|---|
| Lagi, Kecelakaan Maut Motor Ditumpangi Sekeluarga dengan Truk di Ngaliyan Semarang, 1 Meninggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260505-wali-kota-semarang-tinjau-longsor.jpg)