Breaking News:

Berita Banyumas

Kematian Akibat Covid-19 di Banyumas Bertambah 2 Kasus dalam 4 Hari Terakhir

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, hingga Selasa (8/9/2020), total ada delapan kasus kematian karena Covid-19.

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi virus Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kasus kematian karena Covid-19 di Kabupaten Banyumas bertambah.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, hingga Selasa (8/9/2020), total ada delapan kasus kematian karena Covid-19.

"Dua yang terakhir ini adalah karena ada penyakit pemberat, yakni kanker darah atau leukimia. Tambahan dua meninggal ini terjadi dalam empat hari ini sehingga total ada delapan orang," ujarnya di Purwokerto, Selasa (8/9/2020).

Bupati juga menyampaikan jika penambahan kasus positif Covid-19, dalam satu bulan terakhir, bertambah 23 kasus.

Masuk Zona Oranye Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka di Banyumas Batal

Wihaji Usulkan Raperda Penanggulangan Penyakit Menular di Batang, Termasuk Covid-19

Berada di Musim Trasisi, Cilacap Diperkirakan Alami Cuaca Cerah Diselingi Hujan Hingga Oktober

KPU Kabupaten Semarang Coret 36,1 Ribu Nama Pemilih Tak Penuhi Syarat

Satu di antara faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah kasus positif di Banyumas, dikatakan bupati, karena agresifnya Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 mencari orang tanpa gejala (OTG).

Selain itu, warga juga merupakan orang diduga terpapar virus Covid-19 datang secara mandiri melaporkan diri.

"Jadi, tahu-tahu mereka ada yang datang dan suspect reguler, bukan dari pemeriksaan swab massal dan menjadi PDP (pasien dalam pengawasan). Sekarang, ada delapan PDP," imbuhnya.

Akibat adanya penambahan kasus positif ini, angka reproduksi efektif (RT) Covid-19 di Banyumas saat ini adalah 1.2 lebih.

"Angka RT naik lagi dan sudah tidak memungkinkan lagi melakukan pembelajaran tatap muka," tambahnya.

Bupati mengatakan, angka RT di bawah satu di Banyumas hanya bertahan sembilan hari.

Dengan adanya kenaikan kasus ini, Pemkab Banyumas bakal terus menggiatkan sosialisasi dan operasi masker.

"Ada 1.8 juta warga dan kami hanya beberapa saja petugas yang mengawasi. Oleh karena itu, masyarakat juga harus sadar dan mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

Dapat Pendampingan dari PT Java Agritec, Petani Merica di Banjarnegara Siap Penuhi Target Ekspor

Sedapnya Nasi Adep-adep Khas Tegal, Kuliner dari Tradisi Pernikahan

Tergiur Harga Rp 610.000 Per Gram, Sedikitnya 300 Tertipu Jual Beli Emas Antam Via Facebook

Bupati berpesan bahwa ekonomi harus tetap jalan akan tetapi jangan sampai ada korban.

Pihaknya juga menyampaikan supaya memperbanyak olahraga guna meningkatkan imunitas dan tetap mematuhi protokol kesehatan. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved