Breaking News:

Masuk Zona Oranye Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka di Banyumas Batal

Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang sempat dimungkinkan dapat dilaksanakan di Banyumas, kembali tertunda.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang sempat dimungkinkan dapat dilaksanakan di Banyumas, kembali tertunda.

Ini terjadi lantaran angka reproduksi efektif (RT) Covid-19 di Banyumas kembali naik. Bahkan, Banyumas kini berada di zona oranye.

"Angka RT naik lagi, yaitu 1.2 lebih, zona oranye dan sudah tidak memungkinkan melakukan pembelajaran tatap muka. Kalau nekat, menerobos, akan menyalahi pemerintah pusat," ujar Bupati Banyumas Achmad Husein, Selasa (8/9/2020).

Sejumlah SMP di Banyumas Ajukan Izin Membuka Kelas Tatap Muka, Ini Respon Dinas Pendidikan

Diizinkan Bupati, Kelas Tatap Muka SMA/SMK di Banyumas Harus Dapat Lampu Hijau dari Provinsi

Ingin Buka Kelas Tatap Muka, Sekolah di Banyumas Harus Semprot Disinfektan 3 Kali Sehari

Mulai Hari Ini, Sekolah di Banyumas Bisa Ajukan Izin Membuka Kelas Tatap Muka. Ini Syarat Utamanya

Angka RT di Banyumas sempat menyentuh angka di bawah 1.00 atau tepatnya di angka 0.55. Sayangnya, angka ini hanya bertahan sembilan hari.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Banyumas Irawati mengatakan, ada beberapa SMP yang telah mengajukan izin pembukaan kelas tatap muka.

Namun, dia memastikan, izin tersebut dikeluarkan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten.

Dinas pendidikan hanya sekadar menerima pengajuan dari pihak sekolah yang merasa siap menyelenggarakan kelas tatap muka.

"Yang boleh mengizinkan sekolah tatap muka adalah Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten. Kami harus sangat hati-hati, apalagi Banyumas masuk zona oranye lagi," katanya.

KPU Kabupaten Semarang Coret 36,1 Ribu Nama Pemilih Tak Penuhi Syarat

Dapat Pendampingan dari PT Java Agritec, Petani Merica di Banjarnegara Siap Penuhi Target Ekspor

Sedapnya Nasi Adep-adep Khas Tegal, Kuliner dari Tradisi Pernikahan

Namun demikian, terkait proses verifikasi sekolah, Dinas Pendidikan masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan BPBD terkait, kapan waktu yang tepat mengecek secara langsung sekolah-sekolah tersebut.

Tim gugus tugas covid-19 terus menggencarkan sosialisasi dan operasi masker.

"Ada 1.8 juta warga Banyumas dan kami hanya beberapa saja petugas yang mengawasi. Oleh karena itu, yang paling efektif adalah dari masyarakat sendiri agar mematuhi protokol kesehatan. Ekonomi harus tetap jalan dan tapi jangan sampai ada korban," ujarnya. (*)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved