Breaking News:

Berita Banyumas

Diizinkan Bupati, Kelas Tatap Muka SMA/SMK di Banyumas Harus Dapat Lampu Hijau dari Provinsi

Pemerintah Kabupaten Banyumas mempersilakan pengelola SD dan SMP mengajukan izin Pelajaran Tatap Muka (PTM).

Tribunbanyumas.com/ Permata Putra Sejati
Kasi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Yuniarso K Adi 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas mempersilakan pengelola SD dan SMP mengajukan izin Pelajaran Tatap Muka (PTM).

Namun demikian, khusus SMA/SMK, izin pembukaan kelas tatap muka masih menunggu hasil evaluasi.

Kasi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Yuniarso K Adi mengatakan, belum ada SMA/SMK di Kabupaten Banyumas yang buka secara fisik.

"Rencana ada tapi realisasi belum. Provinsi sudah melakukan uji coba, baru mulai di tiga kabupaten, yaitu Tegal, Brebes, dan Temanggung. Bagaimana hasilnya, belum tahu. Samplingnya saja belum jadi dan hasilnya seperti apa, kita tunggu saja," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (6/9/2020).

Mulai Senin Digelar Simulasi KBM Tatap Muka, Disdikbud Jateng: Tujuh Sekolah di Tiga Daerah

Ingin Buka Kelas Tatap Muka, Sekolah di Banyumas Harus Semprot Disinfektan 3 Kali Sehari

Mulai Hari Ini, Sekolah di Banyumas Bisa Ajukan Izin Membuka Kelas Tatap Muka. Ini Syarat Utamanya

Menurut Yuniarso, proses perizinan membuka kelas untuk jenjang sekolah menengah atas hampir sama dengan tingkat SD dan SMP.

Prosedurnya, pihak sekolah harus mengajukan proposal. "Kalau layak, baru kami izin ke bupati, bupati kemudian baru ke gubernur. Jadi, tidak langsung semua sekolah akan buka," imbuhnya.

Dia mengakui, banyak orangtua murid yang mempersoalkan pembelajaran daring.

Dirinya menjelaskan,keluhan muncul lantara guru tidak mampu membuat pembelajaran daring lebih menarik.

"Bahwa gurunya tidak tahu cara ngajar daring. Kalau gurunya bisa membuat pelajaran daring itu menarik, tidak mungkin orangtua dan anak didik bingung," ungkapnya.

Tengah Digodok, Pelebaran Trotoar di Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto

Dinobatkan sebagai Bunda Rumah Tangga Siaga Bencana Desa, Ini Tugas 10 Ibu di Banyumas

Minibus Terguling di Bergas Kabupaten Semarang, 7 Penumpang Alami Luka-luka

Sebagai upaya mendorong kompetensi guru agar lebih menarik dalam mengajar anak didiknya, pihaknya saat ini mengadakan berbagai macam pelatihan.

Terkait kuota internet, pihaknya menegaskan, sudah ada bantuan dari pemerintah sehingga tidak ada alasan lagi bagi siswa mengikuti belajar daring.

"Pemerintah kan sudah mengantisipasi dari anggaran BOS boleh. Artinya, tidak ada lagi alasan tidak punya kuota," jelasnya. (*)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved