Pilkada Serentak 2020
Masih Sepi Peminat di Jateng, Mendaftar Jadi Tim Pemantau Pilkada Serentak 2020
Pemantau pemilu merupakan bentuk partisipasi masyarakat untuk bersama- sama dengan KPU dan Bawaslu mensukseskan pesta demokrasi.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
"Apakah karena masih menunggu pendaftaran calon atau bagaimana, kami belum mengetahui alasan tepatnya," ujar dia.
Sementara, untuk pengawasan pemilu memang sudah ada Bawaslu yang memiliki personel hingga tingkat bawah yakni di desa dan TPS.
Meskipun demikian, masih dibutuhkan peran dari masyarakat yang bertugas sebagai pemantau pemilu.
Koordinator Divisi Humas Bawaslu Jateng, Rofiuddin menyatakan, secara substansi, pemilu ini membutuhkan kerja sama dengan masyarakat, tidak hanya tugas KPU dan Bawaslu.
"Pemantau pemilu ini kan berasal dari organisasi masyarakat."
"Ini sangat dibutuhkan sebagai bentuk partisipasi dari masyarakat," katanya.
Ia menyebut pada Pilkada Serentak 2019, di Jawa Tengah ada 33 organisasi masyarakat sipil yang mendaftar sebagai pemantau.
Dari jumlah itu, 15 di antaranya merupakan pemantau di level lokal atau daerah.
Selebihnya, merupakan organisasi masyarakat yang memiliki kepengurusan induk di pusat dan telah mendaftar sebagai pemantau.
Sehingga kepengurusan di daerah harus mengikutinya.
"Jadi, pada 2019 ada sekira 677 pemantau pemilu."
"Kami harap pada Pilkada Serentak 2020 ini juga akan banyak muncul pemantau pemilu," imbuhnya. (Mamduh Adi)
• Kuliah di Undip, Pemkab Batang Sudah Siapkan Beasiswa Tiap Tahun
• Perusahaan Lampu Tenaga Surya Pindah ke Jateng, Pemprov: Tolong Prioritaskan Pekerja Lokal
• Brebes Sudah Mulai KBM Tatap Muka, Gubernur Jateng: Awas Jangan Sampai Ada Klaster Sekolah
• Gerebek Rumah Produksi Jamu Ilegal di Gentansari Cilacap, Dua Orang Digiring ke Polda Jateng