Pilkada Serentak 2020
Rapid Test Hari Pertama di Purbalingga, 24 Anggota PPK dan PPS Reaktif
Hari pertama pelaksanaan rapid test, Dinkes Kabupaten Purbalingga menemukan ada anggota penyelenggara pemilu yang reaktif di dua kecamatan.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - KPU Kabupaten Purbalingga kembali menggelar rapid test terhadap jajarannya.
Divisi Parmas, SDM, dan Kampanye KPU Kabupaten Purbalingga, Andri Supriyanto mengatakan, badan adhoc yang dilakukan rapid test sebanyak 1.611 orang.
Rapid test dilakukan sejak Rabu (12/8/2020) dan direncanakan berakhir pada Jumat (14/8/2020) di tiap kecamatan.
• Nasib Industri Bulu Mata di Purbalingga, Order Menurun Hingga 50 Persen Selama Masa Pandemi
• Paslon Pilkada Kabupaten Purbalingga Dilarang Branding Stiker di Angkot, Ini Aturan Resminya
• Dindikbud Purbalingga Dituding Lambat Tanggapi Keluhan Sistem Belajar Daring, Begini Tanggapannya
• Bupati Kembali Ingatkan Pengalaman Pahit Soal Korupsi di Purbalingga, Inspektorat Bentuk Tim Khusus
"1.611 orang yang ikut rapid test itu terdiri dari Komisioner KPU beserta sekretariat berjumlah 33 orang, PPK dan sekretaris berjumlah 114 orang."
"Sedangkan PPS beserta sekretariat ada 1.434 orang," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (12/8/2020).
Andri mengatakan, rapid test ini dilakukan guna memastikan kesehatan jajaran KPU Purbalingga beserta anggota adhoc dalam menjalankan tugas penyelenggara Pilkada Serentak 2020.
Namun jika terdapat hasil rapid test ada yang reaktif, yang bersangkutan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri dan mengikuti saran petugas Dinkes setempat.
"Namun yang bersangkutan tersebut tidak diganti," tutur dia.
Sementara hari pertama pelaksanaan rapid test, Dinkes Kabupaten Purbalingga menemukan ada anggota penyelenggara pemilu yang reaktif di dua kecamatan.
Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono menuturkan, data terakhir terdapat 1.118 PPK dan PPS yang menjalani rapid test di 18 Puskesmas.
Saat ini total keseluruhan rapid test di hari pertama yang dinyatakan reaktif ada 24 orang.
"Jumlah terbanyak terdapat di Puskesmas Kemangkon."
"Dari 116 orang yang diperiksa, terdapat 6 orang yang dinyatakan reaktif," tuturnya.
Hanung mengatakan dari rapid test PPK dan PPS di 18 Puskesmas itu ada 7 Puskesmas yang hasilnya non reaktif.
Yakni Puskesmas Kejobong, Kalikajar, Bobotsari, Karangjambu, Karangtengah, Karangmoncol, dan Rembang.