Berita Pendidikan

Dindikbud Purbalingga Dituding Lambat Tanggapi Keluhan Sistem Belajar Daring, Begini Tanggapannya

"Melihat prasyarat bisa terpenuhi, kami sepakat memulai pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan," kata Kades Gunungwuled Purbalingga.

FREEPIK.COM
ILUSTRASI tentang kembalinya sekolah dalam penerapan pembelajaran tatap muka. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Purbalingga belum ada kejelasan.

Belum adanya kejelasan pembelajaran tatap muka di sekolah akibatkan menuai desakan dari masyarakat.

Hal ini dikarenakan tidak semua daerah di Kabupaten Purbalingga dijangkau sinyal untuk melaksanakan metode pembelajaran daring.

Satu di antaranya di Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.

Bupati Kembali Ingatkan Pengalaman Pahit Soal Korupsi di Purbalingga, Inspektorat Bentuk Tim Khusus

Penataan Alun-alun Purbalingga Dipastikan Selesai Pertengahan September

Pendapatan Diproyeksikan Menurun di Purbalingga, Tahun Ini Cuma Rp 1,87 Triliun

Pelaku UMKM Bisa Jual Produk di Toko Modern, Bersama Pemkab Purbalingga Bikin Program Tuka-Tuku

Kades Gunungwuled, Nashirudin Latief menilai, dinas pendidikan lambat dalam merespon adanya surat edaran Bupati Purbalingga terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Pihaknya mendahului dinas dengan mengumpulkan para kepala sekolah baik di tingkat satuan pendidikan TK maupun SD untuk membahas teknis surat edaran itu.

"Melihat prasyarat bisa terpenuhi, akhirnya kami sepakat memulai pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan."

"Pembelajaran tatap muka dimulai Senin (10/8/2020)," tutur dia kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (7/8/2020).

Kesepakatan itu, kata dia, rupanya masih ada yang khawatir dari beberapa pihak terkait pembelajaran tatap muka.

Mereka takut disalahkan karena melaksanakan pembelajaran tatap muka.

"Dinas Pendidikan kurang cepat menangkap respon masyarakat tekait keresahan pembelajaran sistem daring," tutur dia.

Dikatakannya, di desanya susah signal dan paket pulsa internet mahal.

Hal tersebut mempengaruhi sistem belajar daring.

"Belum lagi satu keluarga hanya punya satu ponsel, jadi rebutan deh."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved