Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Pasangan Bajo Diduga Memalsukan Dukungan Agar Bisa Maju di Pilkada 2020 Solo

Tim advokasi Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP), Sigit N Sudibyanto mengatakan, ada tiga warga yang identitasnya diduga dipalsukan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Pertemuan koordinasi bakal pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta dalam Pilkada Serentak 2020 jalur independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), Rabu (29/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo jalur perseorangan, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), diduga memalsukan identitas dukungan sebagai syarat mendaftarkan diri dalam pencalonan pemilihan kepala daeah (pilkada) 2020 Kota Solo.

Merujuk pada UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, ada ketentuan Pasal 185 a ayat (1) yang mengatur, barang siapa memalsukan tanda tangan, surat dukungan dan sebagainya itu dapat dikenai ancaman pidana.

Tim advokasi Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP), Sigit N Sudibyanto mengatakan, ada tiga warga yang identitasnya diduga dipalsukan untuk memberikan dukungan kepada Bapaslon Bajo.

Janji Paslon Melalui Jalur Independen Pilwakot Solo, Bajo Tak Akan Ambil Gaji Selama Menjabat

Dianggap Berkontribusi Pada Bangsa, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Diberi Tanda Kehormatan RI

Ponpes di Banyumas Mulai Gelar Belajar Tatap Muka, Santri yang Baru Datang Wajib Karantina 14 Hari

687 Pendonor Darah Sukarela di Banyumas Dapat Penghargaan dari Bupati Achmad Husein

Pemakaman Staf KPU Asal Banyumas yang Tewas di Papua, Ibu: Maafkan Mama Tidak Bisa Jaga Henry

Mereka diketahui berasal dari Kelurahan Mojosongo, Kelurahan Pajang, dan Kelurahan Laweyan.

"Ketika Verfak (pertama) calon perseorangan, mereka didatangi KPU untuk memastikan apakah benar menyatakan dukungan dengan tanda tangan, melampirkan fotokopi KTP. Ada beberapa yang merasa tidak mendukung. Mereka merasa tidak tanda tangan, merasa tidak menyerahkan fotokopi KTP," kata Sigit saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (13/8/2020).

Pihaknya telah melaporkan temuan dugaan pemalsuan identitas dukungan tersebut kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo pada Selasa (11/8/2020).

Terpisah, Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Solo Poppy Kusuma mengaku sudah menerima laporan terkait dugaan pemalsuan dukungan paslon perseorangan dari PWSPP.

"Hari ini baru kami panggil untuk klarifikasi bagi pelapor dulu," ungkapnya.

Siap Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Siapkan 21 Ribu Suara Perbaikan

Roy Kiyoshi Dijatuhi Hukuman 5 Bulan Rehabilitasi, Kurang dari Sebulan, Bebas!

Santet Tak Mempan, Sekretaris di Bekasi Ini Kirim Pembunuh Bayaran Habisi Nyawa Atasan

Sementara itu, Penanggung jawab tim pemenangan Bajo, Budi Yuwono menjelaskan, sudah memprediksi dari awal jika langkahnya akan banyak ganjalan.

"Kami siap sejak awal dan sudah kami prediksi akan banyak pihak yang tidak suka, apabila calon perseorangan ini lolos. Banyak yang berkepentingan," jelasnya.

Di sisi lain, saat ini, KPU Kota Solo tengah menjalankan tahap Verifikasi Faktual (Verfak) perbaikan terhadap 16.700 syarat dukungan dari Bapaslon jalur independen itu. Sesuai jadwal tahapan, Verfak perbaikan dimulai pada 9-15 Agustus 2020. (ais)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved