Breaking News:

Berita Purbalingga

Mengenang Masa Kejayaan Pabrik Tembakau di Purbalingga, Upah Karyawan GMIT Lebihi Gaji PNS

Satu di antara pabrik yang pernah mengolah tembakau dan berjaya saat itu adalah PT Gading Mas Indonesian Tobbaco (GMIT) dan kini jadi kenangan.

TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Peluncuran buku berjudul Tembakau yang diselenggarakan di Operation Room Graha Adiguna Kabupaten Purbalingga, Kamis (23/7/2020). 

Menurut dia, ada sekira 3000 wanita yang datang setiap kali panen tembakau.

Para wanita itu akan keluar kerja setiap seusai panen.

"Kalau panen mereka datang, kalau sudah selesai pada keluar."

"Jadi orang-orangnya itu saja," kata dia.

Bambang Sarwono (70) eks karyawan yang pernah merasakan kejayaan PT GMIT Kabupaten Purbalingga.
Bambang Sarwono (70) eks karyawan yang pernah merasakan kejayaan PT GMIT Kabupaten Purbalingga. (TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS)

Tumbang Karena Regulasi

Menurut dia, GMIT resmi tutup pada 1981.

Hal menyebabkan kebangkrutan GMIT ketika keluarnya aturan pembatasan tenaga asing.

"Pembatasan itu bertahap awalnya hanya dijadikan direktur."

"Kemudian menyasar sampai bagian pemasaran tidak boleh orang asing," tutur dia.

Bambang, mengatakan akibat pembatasan tersebut menyebabkan hubungan bisnis antara GMIT dan Bremen tidak harmonis.

Pada akhirnya 1978, cerutu yang diekspor ke Bremen diretur ke perusahaannya.

"Mulai pengembalian dari 1978 hingga 1980."

"Selama tiga bulan kembalinya hingga 3 ribu bal."

"Padahal harga 1 bal kala itu setera mobil Mercy," tuturnya.

Ia menuturkan, kebangkrutan GMIT bukan karena produknya tidak laku.

Dirinya menyebut tumbangnya perusahaan tersebut dikarenakan regulasi pemerintah.

Sementara itu, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Purbalingga, Yanuar Abidin menuturkan, perkebunan tembakau adalah satu di antara sektor yang merupakan tanaman asli Purbalingga.

Tembakau dibudidayakan oleh para leluhur di lereng Gunung Slamet.

Menurutnya, pada masanya tembakau Purbalingga dikenal dengan kualitas premium.

Tembakau tersebut dijadikan sebagai bahan pembungkus cerutu di pasar Eropa.

Lokasi pabrik pengolahaan tembakau PT GMIT di Desa Kadanggampang Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Kamis (23/7/2020). Lokasi tersebut saat ini beralih menjadi pabrik rambut palsu.
Lokasi pabrik pengolahaan tembakau PT GMIT di Desa Kadanggampang Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Kamis (23/7/2020). Lokasi tersebut saat ini beralih menjadi pabrik rambut palsu. (TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS)

Sejak saat itulah, tembakau Purbalingga menjadi primadona dan menjadi latar belakang Belanda melakukan praktik kolonialismenya di Purbalingga.

"Bahkan Belanda sampai mendirikan pabrik tembakau di Purbalingga," tutur dia.

Dia mengatakan, masa keemasan tembakau Purbalingga bertahan hingga era PT GMIT pada 1981 yang bergerak di sektor ekspor daun tembakau produksi Purbalingga.

Meski, tembakau tidak lagi dibudidayakan untuk mencukupi komoditas ekspor, namun saat ini masih terjaga kelestariannya.

"Masih ada petani tembakau Purbalingga yang berada di sekitar Desa Serang dan Kutabawa Kecamatan Karangreja yang melestarikan perkebunan tembakau," tutur dia.

Dia mengatakan, saat ini tembakau Purbalingga terbatas hanya untuk mencukupi kebutuhan lokal dan diolah secara tradisional.

Selain itu, Purbalingga merupakan satu di antara daerah yang ditetapkan sebagai penghasil Cukai Hasil Tembakau (CHT).

"Setoran CHT dari Purbalingga memberikan andil 99 persen penghasilan cukai di Kantor Perwakilan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Purwokerto," tukasnya. (Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Cerita Kerinduan Hari Nur Yulianto, Nantikan Muhammad Yunus Merumput Lagi Bersama PSIS Semarang

Tambah Daya Jadi 2.200 VA Cuma Bayar Rp 170.845, Ini Penjelasan Lengkap PLN

Penyewa Ruko Pasar Sore Kota Tegal Diberi Waktu Hingga 26 Juli, Termasuk Lunasi Tunggakan 8 Tahun

Ini Bahayanya Kalau Rentenir Sasar Masyarakat Pedesaan, Bachrudin Minta OJK Turun Tangan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved