Berita Purbalingga
Mengenang Masa Kejayaan Pabrik Tembakau di Purbalingga, Upah Karyawan GMIT Lebihi Gaji PNS
Satu di antara pabrik yang pernah mengolah tembakau dan berjaya saat itu adalah PT Gading Mas Indonesian Tobbaco (GMIT) dan kini jadi kenangan.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: deni setiawan
"Kalau GIMT pakainya NA-Oogst," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/7/2020).
Menurut dia, GMIT mendapatkan tembakau jenis NA-Oogst tersebut dari petani yang ada di wilayah Purbalingga.
Ada sekira 30 lokasi gudang pengeringan tembakau di Purbalingga yang merupakan milik GIMT.
"Gudang itu tempat menerima tembakau dari para petani," tutur dia.
• Air Curug Panyatan Purbalingga Tak Pernah Kering, Hanya Sempat Mati Suri Akibat Pandemi
• Pengusung Penantang Calon Petahana Bertambah, Partai Nasdem Usung Oji-Jeni di Pilbup Purbalingga
• Kemenag Purbalingga: Sembelih Hewan Kurban, Ini Panduannya, Sesuai Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020
• Demokrat Dukungan Adik Ipar Ganjar Pranowo, Partai Penantang Calon Petahana di Pilbup Purbalingga
Gaji Lebih Tinggi Dibandingkan PNS
Bambang menuturkan, dirinya menjadi pegawai GMIT sejak 1970 hingga 1981.
Terakhir jabatannya adalah kepala gudang afpak.
"Dahulu saya memilih tembakau kering, kemudian dipak dan dibawa ke Semarang untuk dikirim ke Bremen," tutur dia.
Menurut Bambang, semasa jaya, penghasilan GMIT lebih besar dibandingkan PNS.
Fasilitas yang disediakan perusahaan itu sangat banyak.
"Misal sepeda motor, entah itu milik perusahaan atau pribadi, kalau masuk garasi mesti pulangnya bensin penuh."
"Kesehatan juga ditanggung perusahaan, mau pakai dokter manapun langsung dibayar kasir," tutur dia.
Tidak hanya itu, Bambang menceritakan setiap panen tembakau, GMIT ramai didatangi perempuan.
Mereka melamar pekerjaan sebagai pemilih tembakau.
"Mereka memilih tembakau jumlahnya berjuta-juta," tuturnya.