Berita Kesehatan
Status Tanggap Darurat Berakhir, DKK Salatiga Mulai Fokus Siapkan Layanan Posyandu
DKK Salatiga mulai menyiapkan sejumlah pelayanan kesehatan masyarakat, menyusul berakhirnya masa tanggap darurat.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Menyusul berakhirnya masa status tanggap darurat pandemi virus corona (Covid-19), DKK Salatiga mulai menyiapkan sejumlah pelayanan kesehatan masyarakat.
Satu di antaranya adalah mengaktifkan kembali Posyandu setelah vakum beberapa waktu.
Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraidah mengatakan, persiapan diaktifkan kembali posyandu untuk memastikan ketika pelayanan siap bagi masyarakat.
• Aturan Jam Malam di Purbalingga Sudah Dicabut, Bupati Sebut Masa Transisi Menuju New Normal
• Warga Purbalingga Ini Bimbang, Ketiga Anaknya Terkena Thalasemia, Harus Transfusi Darah Tiap Bulan
• KA Joglosemarkerto Sudah Aktif Lagi, Cuma Tiap Akhir Pekan, Tak Perlu Tunjukkan Hasil Rapid Test
• Kelonggaran Jam Malam Dilaksanakan Bertahap, Dandim 0701 Banyumas: Tunggu Hasil Tes Swab Massal
"Karena Salatiga sudah mulai new normal atau memasuki era tatanan hidup baru teknisnya sedang dipersiapkan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (2/7/2020).
Menurut Zuraidah, setidaknya ada enam pelayanan kesehatan masyarakat yang sifatnya mengumpulkan orang telah dilakukan persiapan.
Hanya saja untuk sekarang masih menunggu keluarnya izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah.
Ia menambahkan, beberapa layanan itu antara lain Posyandu, Posbindu, Layanan PTM, Imunisasi, Pengawasan dan Pecegahan (P2 TBC), serta P2 HIV.
"Meskipun sebenarnya layanan tersebut itu sekarang juga tetep berjalan tetapi sangat terbatas," katanya.
Dikatakannya, posyandu perlu segera diaktifkan karena menyangkut kesehatan anak balita.
Jika tidak bertahap dipersiapkan dikhawatirkan masalah kesehatan anak kurang mendapat perhatian dan justru muncul kasus stunting.
Pihaknya menyatakan, belum dapat mengumumkan kapan pasti seluruh layanan tersebut akan benar-benar dibuka kembali untuk umum.
Adanya kesiapan para kader PKK untuk mendorong orang berani datang saat pelayanan juga menjadi perhitungan.
"Adanya virus corona, orang cenderung susah datang ke Puskesmas, Poliklinik, dan sebagainya."
"Maka ini dibutuhkan persiapan untuk memastikan tidak menimbulkan klaster baru virus corona."
"Apalagi anak-anak masuk kategori rentan tertular," ujarnya. (M Nafiul Haris)
• Warga Tak Gunakan Masker Dikenai Hukuman di Salatiga, Sesuai Perwali Disuruh Menyapu Jalan
• Masa Pengawasan New Normal Kota Tegal Berlanjut Hingga Akhir Juli
• Dilarang Paksa Beli Seragam di Sekolah, Disdikbud Kendal: Hak Sepenuhnya di Orangtua Peserta Didik
• APPSI Jateng Tak Setuju Ada Klaster Pasar Tradisional: Wonge Asline Manut-manut, Jika Seperti Ini