Senin, 4 Mei 2026

Berita Purbalingga

Warga Purbalingga Ini Bimbang, Ketiga Anaknya Terkena Thalasemia, Harus Transfusi Darah Tiap Bulan

Belasan tahun lamanya anak dari pasangan Sunarso (48) dan Giseroseni (47) ini harus bolak-balik dari dusunnya menuju RSUD Dr R Goeteng Taroenadibrata.

Tayang:
TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Eva Tiana (15) bersama ibunya Gisroseni saat berada di rumah melakukan aktivitas sehari-hari, Kamis (2/7/2020). Eva anak bungsu dari pasangan Sunarso dan Gisroseni harus berjuang dengan kedua kakaknya melawan thalasemia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Eva Tiana (13) bersama kedua kakaknya Sumiarti (27) dan Keriyani (26) warga Dusun Bawahan, Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga harus melawan penyakit thalasemia.

Belasan tahun lamanya anak dari pasangan Sunarso (48) dan Giseroseni (47) ini harus bolak-balik dari dusunnya menuju RSUD Dr R Goeteng Taroenadibrata.

Itu dilakukannya untuk mendapatkan tranfusi darah setiap bulan.

Mulai Dikerjakan Hari Ini, Bangun Akses Penghubung Desa Patemon dan Karangturi di Purbalingga

Kantor Desa Rabak Digeruduk Warga, Kades Tak Bisa Dihubungi, Dugaan Penyelewengan Tiga Sumber Dana

Target Layanan KB Sulit Dipenuhi Pemkab Purbalingga Selama Pandemi Covid-19, Ini Penyebabnya

Gisroseni berkata, memiliki empat orang anak yakni Sumiarti (27), Keriyani (26), Elisa Triana (15), dan Eva Tiana (15).

Dari keempat anaknya itu hanya satu yang tidak terkena thalasemia yakni Elisa Triana.

"Sumiarti kena thalasemia sejak usia 12,5 tahun, Keriyani 14 tahun, dan Eva Tiana pada usia 6 tahun."

"Golongan darah ketiga anaknya adalah AB," jelasnya saat ditemui Tribunbanyumas.com di kediamannya, Kamis (2/7/2020).

Roseni menuturkan, adanya thalasemia di keluarganya diketahui dari anak pertamanya yakni Sumiarti.

Saat itu anak sulungnya tersebut sakit kepala dan lemas.

"Saya bawa ke Puskesmas setempat."

"Namun lama-kelamaan tidak sanggup dan dirujuk di RSUD Dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga."

"Baru ketahuan thalasemia setelah dicek darah," tuturnya.

Setelah mengetahui anak sulungnya terkena thalasemia, dia diminta dokter untuk mencari tranfusi.

Namun saat itu mencari pendonor darah tidak mudah.

Bahkan dirinya mencari pendonor hingga Polres Purbalingga.

"Saya disarankan kakak mencari pendonor di Mapolres Purbalingga dan akhirnya dapat," jelasnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved